Pertama dalam 50 Tahun, Kongres AS Gelar Sidang Pubik Soal UFO

Rabu, 18 Mei 2022 - 00:24 WIB
loading...
Pertama dalam 50 Tahun,...
Pertama dalam 50 tahun, Kongres AS menggelar sidang publik soal UFO. Foto/CBS News
A A A
WASHINGTON - Sebuah panel DPR Amerika Serikat (AS) mengadakan sidang kongres publik pertama tentang UFO dalam lebih dari 50 tahun pada Selasa waktu setempat. Dalam sidang itu, pejabat tinggi Pentagon mengatakan jumlah "fenomena udara tak dikenal" (UAP) yang dilaporkan oleh pilot dan anggota militer telah berkembang menjadi sekitar 400.

Di bawah Menteri Pertahanan untuk Intelijen dan Keamanan Ronald Moultrie dan Wakil Direktur Intelijen Angkatan Laut Scott Bray bersaksi di depan subkomite DPR tentang bagaimana Departemen Pertahanan mengatur laporan UAP setelah laporan mandat kongres yang dirilis tahun lalu menemukan sebagian besar insiden yang dianalisis tetap tidak teridentifikasi.

Ketua Subkomite Intelijen DPR AS untuk Kontra Intelijen, Kontraterorisme, dan Kontraproliferasi, Andre Carson, membuka sidang dengan mengatakan UAP adalah potensi ancaman keamanan nasional, dan mereka perlu diperlakukan seperti itu.

"Sudah terlalu lama, stigma yang terkait dengan UAP menghalangi analisis intelijen yang baik. Pilot menghindari pelaporan atau ditertawakan ketika mereka melakukannya. Pejabat Departemen Pertahanan menurunkan masalah itu ke ruang belakang atau menyembunyikannya sepenuhnya, takut akan komunitas keamanan nasional yang skeptis," kata Carson.

"Hari ini, kita tahu lebih baik. UAP tidak dapat dijelaskan, itu benar. Tapi itu nyata. Mereka perlu diselidiki. Dan setiap ancaman yang mereka timbulkan perlu dikurangi," imbuhnya seperti dikutip dari CBS News, Rabu (18/5/2022).



Laporan tahun lalu yang dirilis oleh Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI) dan Satuan Tugas UAP Pentagon tidak menemukan bukti yang menunjukkan bahwa benda-benda itu adalah makhluk luar angkasa atau dari musuh asing. Tetapi laporan itu juga tidak dapat menjelaskan sebagian besar objek tersebut.

Penyelidik mampu mengidentifikasi salah satu dari 144 laporan yang dianalisis dalam studi mereka tentang objek tak dikenal "sebagai balon besar yang mengempis." Tetapi 143 laporan UAP lainnya dari tahun 2004 hingga 2021 tetap menjadi misteri.

Menurut laporan tersebut ada sedikit keraguan bahwa objek tak dikenal adalah objek nyata, apa pun itu, karena setidaknya 80 dari 144 insiden terdeteksi oleh beberapa sensor.

"UAP jelas menimbulkan masalah keselamatan penerbangan dan dapat menimbulkan tantangan bagi keamanan nasional AS," kata laporan itu.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
Kocak! Trump Terapkan...
Kocak! Trump Terapkan Tarif di Kepulauan Tak Dihuni Manusia, Hanya Ada Anjing Laut dan Penguin
AS Bimbang, Ini 3 Negara...
AS Bimbang, Ini 3 Negara NATO yang Masih Menghalangi Kemenangan Rusia di Ukraina
Trump Permudah Aturan...
Trump Permudah Aturan Ekspor Senjata, Dunia Terancam Perang Besar?
Mahasiswa Yahudi Merantai...
Mahasiswa Yahudi Merantai Diri di Gerbang Universitas Columbia, Tuntut Pembebasan Mahmoud Khalil
Apa itu Reciprocal Tariffs?...
Apa itu Reciprocal Tariffs? Kebijakan Kontroversial AS yang Ditetapkan Donald Trump
Negara-Negara Arab Nyatakan...
Negara-Negara Arab Nyatakan Tolak Bantu AS Serang Iran
Korsel Siaga Tinggi...
Korsel Siaga Tinggi Jelang Putusan Pemakzulan Presiden Yoon, Tempat Wisata dan Jalan Utama Ditutup
Rekomendasi
Polisi Dibegal di Jalan...
Polisi Dibegal di Jalan Raya Inspeksi Kalimalang Bekasi, Motornya Dibawa Kabur Pelaku
9 Peristiwa Bersejarah...
9 Peristiwa Bersejarah di Bulan Syawal, Nomor Terakhir Kelahiran Ahli Hadis Terbesar Umat Islam
Penampakan Pantai Batukaras...
Penampakan Pantai Batukaras Pangandaran Diserbu Wisatawan saat Libur Lebaran
Berita Terkini
Taiwan Lawan Tekanan...
Taiwan Lawan Tekanan China di PBB, Tegaskan Status sebagai Negara Berdaulat
35 menit yang lalu
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
5 jam yang lalu
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
8 jam yang lalu
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
8 jam yang lalu
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
9 jam yang lalu
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
10 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Kapal Induk...
5 Alasan Kapal Induk AS Tak Lagi Relevan dalam Perang Masa Depan
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved