Cerita TNI Dipuji PBB karena Musnahkan 2 Kontainer Penuh Bom di Afrika Tengah

Senin, 09 Mei 2022 - 15:46 WIB
loading...
A A A
Satgas TNI segera merencanakkan kegiatan disposal tersebut dalam kurun waktu sepanjang April 2022. Penjinakkan disposal dibagi menjadi dua proses, yaitu dengan cara dibakar untuk peluru munisi kaliber kecil, dan diledakkan untuk bom dan munisi besar seperti roket, peluru mortar, RPG dan granat.

Jika dihitung keseluruhan, TNI harus menyelesaikan pemusnahan 33.230 butir munisi kaliber kecil, 1.501 butir munisi kaliber besar, 296 buah granat, 44 buah peluru mortar, 51 buah peluru RPG dan booster, 9 butir peluru roket dan booster, serta 152 buah fuse mortir dan detonator granat.

Selama proses disposal, TNI selalu berkolaborasi dengan UNMAS yang ahli dalam menangani berbagai macam bom. Menurut pihak UNMAS, TNI sangat profesional.

“Kami sangat kagum akan kinerja Indonesia. Mereka tidak banyak bicara, bekerja dengan cepat, serius dan memiliki standar prosedur keamanan yang tinggi di pekerjaan mengancam nyawa ini,” kata salah satu personel UNMAS, Mariusz Zaremba.

Di Akhir kegiatan, Indonesia mendapat kehormatan dikunjungi Mission Chief of Staff MINUSCA, Vivian Van de Pierre.

Orang nomor tiga di misi perdamaian CAR tersebut langsung meninjau hari terakhir proses pemusnahan bom. Dia juga diberi kesempatan oleh Satgas TNI untuk memimpin hitung mundur peledakkan bom terakhir.

"Ini benar-benar pengalaman yang luar biasa bagi saya pribadi. Saya mendapat kehormatan dari Indonesia untuk memimpin jalannya pemusnahan persenjataan dan bom yang menjadi musuh terbesar dalam misi perdamaian di sini,” ujar perempuan berkebangsaan Belanda tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Israel dan Rusia Masuk...
Israel dan Rusia Masuk Blacklist PBB terkait Kekerasan Seksual dalam Konflik, Zionis Murka
Perempuan Ini Lempar...
Perempuan Ini Lempar Bom ke Pacarnya saat Bertengkar, Kini Terancam Dipenjara 25 Tahun
PBB Hampir Kolaps, AS...
PBB Hampir Kolaps, AS Janji Segera Bayar Tunggakan Iuran Rp33,6 Triliun
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Serangan Pembalasan...
Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas
Rekomendasi
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved