Cerita TNI Dipuji PBB karena Musnahkan 2 Kontainer Penuh Bom di Afrika Tengah

Senin, 09 Mei 2022 - 15:46 WIB
loading...
Cerita TNI Dipuji PBB...
Personel Satgas TNI Kizi Konga XXXVII-H MINUSCA-CAR saat memusnahkan temuan munisi berbahaya di Republik Afrika Tengah atas permintaan PBB. Foto/Ist
A A A
BANGUI - Satuan tugas (Satgas) TNI Kizi Konga XXXVII-H MINUSCA-CAR (Republik Afrika Tengah) mendapat pujian dari PBB karena berhasil memusnahkan temuan dua kontainer penuh bom yang gagal meledak (Unexploded Ordonances), munisi serta munisi kedaluarsa di negara tersebut.

Pemusanahan persenjataan berbahaya itu berlangsung di lapangan tembak Kassai, Bangui, CAR, 5 Mei lalu.

Setgas TNI itu merupakan pasukan penjaga perdamaian (peacekeeper) PBB untuk MINUSCA (Mission multidimensionnelle intégrée des Nations unies pour la stabilisation en Centrafrique).

Berkolaborasi dengan UNMAS (United Nation Mine Action Service) pasukan TNI melaksanakan kegiatan disposal agar bom dan sejenisnya tidak membahayakan masyarakat sekitar.

Baca juga: Tegang, Pasukan Perdamaian TNI di Afrika Musnahkan 2 Kontainer Bahan Peledak

Awalnya, permintaan pemusnahan persenjataan itu datang dari PBB pada akhir Maret. Satgas TNI yang dipimpin Letnan Kolonel (Letkol) Czi Angga Wijaya mendapat amanah untuk segera memusnahkan kumpulan temuan bom yang gagal meledak beserta sejenisnya di gudang Kassai milik FACA (Forces Armées Centrafique).

Komandan Satgas beserta Komandan Tim EOD (Explosive Ordonance Disposal), Kapten Czi Septeoni Firdaus, segera melaksanakan inspeksi ke lokasi temuan.

Betapa terkejutnya pasukan TNI karena PBB memberikan banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan.

"Kami sangat terkejut milihat dua kontainer penuh bom dan sejenisnya harus di-disposal,” kata Firdaus.

Berdasarkan hasil inspeksi di lokasi temuan, bom dan sejenisnya memiliki kondisi yang beragam, beberapa dalam kondisi utuh namun kebanyakan dalam kondisi yang sudah ditajamkan dan sangat berbahaya ditambah berat total bom dan munisi yang harus di-disposal hampir mencapai satu ton.

"Ini merupakan tugas yang sangat berbahaya. Beberapa benda di dalam kontainer sebagian masih dalam keadaan aktif dan sudah ditajamkan seperti bom rakitan, mortir, roket, peluru RPG, dan granat tangan. Salah bertindak maka bisa meledak di tempat,” papar perwira lulusan Akademi Militer (Akmil) 2009 itu.

Pihak PBB lalu menjelaskan kepada TNI bahwa dua kontainer tersebut sebagian besar berasal dari temuan di sekitar Bangui dan hasil proses DDR (Disarmament Demobilitation and Reintegration) di seluruh pedalaman CAR, yang mana itu adalah program dari PBB untuk kombatan agar menyerahkan seluruh persenjataannya dan mendukung mereka agar kembali ke lingkungan kehidupan bermasyarakat yang damai.

Selain dari isi kedua kontainer, terdapat pula munisi yang sudah kedaluarsa dan tidak dapat digunakan lagi dari peacekeeper yang bertugas di CAR.

"Yang paling berbahaya adalah hasil DDR, karena itulah yang benar-benar digunakan untuk perang di sini dan sebagian besar kondisinya tidak utuh,” papar Bruno Bouchardy dari pihak PBB dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews.com, Senin (9/5/2022).

Satgas TNI segera merencanakkan kegiatan disposal tersebut dalam kurun waktu sepanjang April 2022. Penjinakkan disposal dibagi menjadi dua proses, yaitu dengan cara dibakar untuk peluru munisi kaliber kecil, dan diledakkan untuk bom dan munisi besar seperti roket, peluru mortar, RPG dan granat.

Jika dihitung keseluruhan, TNI harus menyelesaikan pemusnahan 33.230 butir munisi kaliber kecil, 1.501 butir munisi kaliber besar, 296 buah granat, 44 buah peluru mortar, 51 buah peluru RPG dan booster, 9 butir peluru roket dan booster, serta 152 buah fuse mortir dan detonator granat.

Selama proses disposal, TNI selalu berkolaborasi dengan UNMAS yang ahli dalam menangani berbagai macam bom. Menurut pihak UNMAS, TNI sangat profesional.

“Kami sangat kagum akan kinerja Indonesia. Mereka tidak banyak bicara, bekerja dengan cepat, serius dan memiliki standar prosedur keamanan yang tinggi di pekerjaan mengancam nyawa ini,” kata salah satu personel UNMAS, Mariusz Zaremba.

Di Akhir kegiatan, Indonesia mendapat kehormatan dikunjungi Mission Chief of Staff MINUSCA, Vivian Van de Pierre.

Orang nomor tiga di misi perdamaian CAR tersebut langsung meninjau hari terakhir proses pemusnahan bom. Dia juga diberi kesempatan oleh Satgas TNI untuk memimpin hitung mundur peledakkan bom terakhir.

"Ini benar-benar pengalaman yang luar biasa bagi saya pribadi. Saya mendapat kehormatan dari Indonesia untuk memimpin jalannya pemusnahan persenjataan dan bom yang menjadi musuh terbesar dalam misi perdamaian di sini,” ujar perempuan berkebangsaan Belanda tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Israel dan Rusia Masuk...
Israel dan Rusia Masuk Blacklist PBB terkait Kekerasan Seksual dalam Konflik, Zionis Murka
Perempuan Ini Lempar...
Perempuan Ini Lempar Bom ke Pacarnya saat Bertengkar, Kini Terancam Dipenjara 25 Tahun
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
Majelis Ulama Senior...
Majelis Ulama Senior Iran Serukan Pembunuhan Donald Trump dan Netanyahu
Pilu! Induk Gajah Tolak...
Pilu! Induk Gajah Tolak Tinggalkan Anaknya yang Mati Ditabrak Mobil di Jalanan
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga dan KKP Perkuat Penyediaan Energi bagi Nelayan
Presiden Lukashenko...
Presiden Lukashenko Sebut Indonesia Mitra Penting Belarus di Asia Tenggara
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved