Siap Tampung Warga Hong Kong, China Ancam Taiwan

Sabtu, 20 Juni 2020 - 21:34 WIB
loading...
Siap Tampung Warga Hong...
Hong Kong telah bergulat dengan protes massa anti-pemerintah selama lebih dari setahun. Foto/The New York Times
A A A
BEIJING - China mengirim ancaman ke Taiwan yang berencana untuk menampung para pencari suaka dari Hong Kong . Beijing menyebut rencana Taiwan akan menjadi bumerang untuk negara itu.

"Menyediakan tempat berlindung dan membawa para perusuh dan elemen yang membuat kekacauan di Hong Kong ke pulau itu hanya akan membawa kerugian bagi warga Taiwan," kata juru bicara Kantor Urusan Dewan Negara Taiwan, Zhu Fenglian, seperti disitir dari Russia Today, Sabtu (20/6/2020).

Awal pekan ini, Taiwan meluncurkan sebuah rencana untuk mendirikan sebuah lembaga yang didanai pemerintah untuk membantu para pencari suaka dari Hong Kong menetap di pulau itu. Skema yang diusulkan mencakup tunjangan hidup dasar dan bantuan untuk pekerjaan bagi warga Hong Kong yang mencari "perlindungan" dari Beijing.

Zhu Fenglian mengecam rencana itu sebagai komplotan politik untuk campur tangan dalam urusan Hong Kong dan merusak kemakmuran dan stabilitas Hong Kong. Ia mengatakan bahwa gagasan itu merusak formula 'satu negara, dua sistem', yang memungkinkan Hong Kong mempertahankan tingkat otonomi dalam kebijakan domestiknya, sementara China menangani urusan luar negerinya.

Hong Kong telah bergulat dengan protes massa anti-pemerintah selama lebih dari setahun. Demonstrasi pada awalnya dipicu oleh undang-undang ekstradisi kontroversial yang sekarang sudah tidak berlaku, tetapi segera tumbuh menjadi protes yang lebih luas terhadap Beijing dan menuntut lebih banyak kebebasan sipil.

Sementara banyak demonstrasi awalnya berjalan damai, mereka sering turun ke kerusuhan sengit dan pertempuran jalanan dengan polisi.

China telah berulang kali mengatakan bahwa kerusuhan hasil hasutan dari luar negeri dan mengkritik politisi di Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa karena secara terbuka mendukung para pemrotes.

Taiwan melancarkan dukungannya untuk para demonstran setelah Beijing mulai bekerja untuk undang-undang keamanan nasional baru yang dapat diterapkan ke Hong Kong. Salah satu pemimpin protes di kota itu, Joshua Wong, menyatakan khawatir bahwa undang-undang itu akan mengekang kebebasan politik dan demokrasi. (Baca: Legislatif China Sahkan Draft RUU Keamanan Nasional Hong Kong )

Namun, Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam, mengatakan undang-undang itu akan memulihkan stabilitas di kota dan hanya akan menargetkan minoritas yang sangat kecil dari tindakan dan kegiatan ilegal dan kriminal, sementara hak-hak dasar dan kebebasan akan dilindungi.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa Selama Periode Libur Sekolah 2026
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved