Bunuh Matematikawan AS 3 Dekade Lalu, Pria Australia Dibui 12 Tahun

Selasa, 03 Mei 2022 - 19:17 WIB
loading...
Bunuh Matematikawan...
Mayat Scott Johnson ditemukan di dasar tebing di Sydney, Australia pada tiga dekade lalu. Foto/BBC
A A A
CANBERRA - Seorang pria Australia dijatuhi hukuman penjara maksimumatas pembunuhan terhadap pria asal Amerika Serikat (AS) Scott Johnson. Mayat Scott Johnson ditemukan di dasar tebing di Sydney, Australia pada tiga dekade lalu.

Scott White dijatuhi hukuman 12 tahun 7 bulan atas pembunuhan pria berusia 27 tahun itu.

Pada saat itu, kematian lulusan Universitas Cambridge tersebut dianggap sebagai bunuh diri - sesuatu yang tidak pernah dipercaya keluarganya.

Mereka telah bertahun-tahun berjuang agar polisi Australia menyelidikinya sebagai kejahatan kebencian terhadap gay .

Pada hari Selasa, seorang hakim menemukan tidak ada cukup bukti untuk menetapkan bahwa itu adalah kejahatan kebencian gay, tetapi menghukum White ke penjara atas pembunuhan yang terjadi pada tahun 1988 lalu. Dia akan memenuhi syarat untuk pembebasan bersyarat pada tahun 2030.

White - yang berusia 18 tahun pada saat pembunuhan itu - tidak memberikan bukti di pengadilan tetapi mengatakan kepada polisi bahwa dia dan Johnson bertemu di sebuah bar pada Desember 1988.Baca juga: Penjara Ini Dulu Satu-satunya Hotel Prodeo untuk Homoseksual di Dunia

Pengadilan mendengar pasangan itu pergi ke tebing North Head di Manly - tempat jelajah kaum gay yang terkenal - di mana, menurut White, mereka berkelahi dan Johnson jatuh.

Tetapi seorang hakim menemukan dia telah memukul Johnson tanpa provokasi, mengetahui kemungkinan besar itu akan menyebabkan ahli matematika tersebut jatuh yang menyebabkan kematiannya.

"White telah bertindak dengan ketidakpedulian yang sembrono terhadap kehidupan manusia", kata Hakim Helen Wilson kepada Mahkamah Agung New South Wales.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Prancis Terpanggang!...
Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia
Rekomendasi
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
Argentina Bawa 500 Kg...
Argentina Bawa 500 Kg Daging Sapi Premium, Tradisi Barbeku Jadi Senjata Messi Cs di Piala Dunia 2026
Kejutan, Jerman Kebobolan...
Kejutan, Jerman Kebobolan Lawan Paraguay di Babak Pertama
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved