Gabbard: Obama di Balik Kementerian Kebenaran, Biden Sekedar Front Man
Senin, 02 Mei 2022 - 12:11 WIB
loading...
A
A
A
Dia kemudian membandingkan DGB yang direncanakan dengan 'Kementerian Kebenaran' George Orwell, salah satu dari empat kementerian pemerintah Oseania dalam novel "Nineteen Eighty-Four."
"Enam hari kemudian, Homeland Security meluncurkan 'Kementerian Kebenaran' (alias Dewan Tata Kelola Disinformasi)," tweet Gabbard.
Biden dan Gabbard adalah dua dari beberapa kandidat presiden yang bersaing untuk nominasi Partai Demokrat dalam pemilu presiden AS 2020.
Postingan Gabbard termasuk video pidato Obama di Universitas Stanford akhir bulan lalu, yang mencakup teguran atas masuknya kesalahan dan disinformasi saat ini, serta perjuangan Big Tech saat ini untuk memoderasi konten semacam itu.
“Sekarang kabar baiknya adalah bahwa hampir semua platform teknologi besar sekarang mengakui beberapa tanggung jawab untuk konten di platform mereka, dan mereka berinvestasi dalam tim banyak orang untuk memantaunya,” papar mantan Presiden AS Obama.
Obama mencatat, “Volume konten yang membutuhkan moderasi bisa terasa seperti permainan Whac-A-Mole."
"Tetapi sementara moderasi konten dapat membatasi distribusi konten yang jelas-jelas berbahaya, itu tidak cukup jauh," tegas Obama.
Dewan, yang akan dipimpin Nina Jankowicz, mendapat kecaman terkait direktur eksekutif masa depannya, yang pernah menggambarkan harta informasi di laptop Hunter Biden sebagai "produk kampanye Trump."
"Enam hari kemudian, Homeland Security meluncurkan 'Kementerian Kebenaran' (alias Dewan Tata Kelola Disinformasi)," tweet Gabbard.
Biden dan Gabbard adalah dua dari beberapa kandidat presiden yang bersaing untuk nominasi Partai Demokrat dalam pemilu presiden AS 2020.
Postingan Gabbard termasuk video pidato Obama di Universitas Stanford akhir bulan lalu, yang mencakup teguran atas masuknya kesalahan dan disinformasi saat ini, serta perjuangan Big Tech saat ini untuk memoderasi konten semacam itu.
“Sekarang kabar baiknya adalah bahwa hampir semua platform teknologi besar sekarang mengakui beberapa tanggung jawab untuk konten di platform mereka, dan mereka berinvestasi dalam tim banyak orang untuk memantaunya,” papar mantan Presiden AS Obama.
Obama mencatat, “Volume konten yang membutuhkan moderasi bisa terasa seperti permainan Whac-A-Mole."
"Tetapi sementara moderasi konten dapat membatasi distribusi konten yang jelas-jelas berbahaya, itu tidak cukup jauh," tegas Obama.
Dewan, yang akan dipimpin Nina Jankowicz, mendapat kecaman terkait direktur eksekutif masa depannya, yang pernah menggambarkan harta informasi di laptop Hunter Biden sebagai "produk kampanye Trump."
Lihat Juga :