Gelombang Panas Hantam Asia Selatan, Pakistan dan India Paling Terdampak

Sabtu, 30 April 2022 - 21:25 WIB
loading...
Gelombang Panas Hantam...
Gelombang Panas Hantam Asia Selatan, Pakistan dan India Paling Terdampak. FOTO/Reuters
A A A
AHMEDABAD - Pakistan mengeluarkan peringatan panas setelah melewati bulan Maret terpanas dalam kurun 61 tahun terakhir. Sementara di beberapa bagian wilayah India, sekolah-sekolah ditutup dan jalan-jalan sepi karena gelombang panas yang hebat pada Jumat (29/4/2022).

Menteri Federal Pakistan untuk Perubahan Iklim, Sherry Rehman, mendesak pemerintah federal dan provinsi untuk mengambil tindakan pencegahan untuk mengelola gelombang panas yang intens, yang menyentuh tertinggi 47 derajat Celcius di beberapa bagian negara.

Baca: Suhu Terus Meningkat, Gelombang Panas Panggang India

"Asia Selatan, khususnya India dan Pakistan menghadapi gelombang panas yang memecahkan rekor. Ini dimulai pada awal April dan terus membuat orang-orang terengah-engah," kata Rehman dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters.

“Suhu diperkirakan akan naik 6 hingga 8 derajat Celcius di atas suhu rata-rata setelah Maret terpanas yang tercatat sejak 1961,” lanjutnya.

Lebih dari satu miliar orang berisiko terkena dampak terkait panas di wilayah tersebut. Para ilmuwan telah memperingatkan, menghubungkan awal musim panas yang intens dengan perubahan iklim. “Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, Pakistan pergi dari musim dingin ke musim panas tanpa musim semi,” kata Rehman.

Baca: BMKG Pastikan Informasi Fenomena Gelombang Panas Ancam Indonesia Hoaks

Pemerintah juga telah mengatakan kepada otoritas penanggulangan bencana provinsi untuk segera bersiap menghadapi risiko banjir bandang di provinsi pegunungan utara karena pencairan glasial yang cepat, kata Rehman.

Gletser di pegunungan Himalaya, Hindu Kush dan Karkoram telah mencair dengan cepat, menciptakan ribuan danau glasial di Pakistan utara, sekitar 30 di antaranya berisiko terkena banjir berbahaya yang tiba-tiba, kata kementerian perubahan iklim, menambahkan sekitar 7 juta orang rentan.

Seorang ilmuwan senior di Departemen Meteorologi India mengatakan pada hari Jumat, kondisi panas akan bertahan setidaknya selama tiga hari ke depan, tetapi suhu akan turun setelah datangnya musim hujan, yang diperkirakan di beberapa bagian pada bulan Mei.

Baca: Dampak Perubahan Iklim, Gelombang Panas Menggoreng Belahan Bumi Utara

Masalah kesehatan yang dipicu oleh gelombang panas menimbulkan kekhawatiran yang lebih besar daripada perkiraan gelombang keempat COVID-19, kata dokter di India.

"Kami mendapatkan banyak pasien yang menderita sengatan panas atau masalah terkait panas lainnya," kata Mona Desai, mantan presiden Asosiasi Medis Ahmedabad di negara bagian Gujarat, India barat.

Dia mengatakan bahwa 60 hingga 70 persen pasien berusia sekolah mengeluh muntah, diare, kolik perut, kelemahan dan gejala lainnya.

Jalan-jalan sepi di Bhubaneshwar, di negara bagian Odisha, India timur, tempat sekolah-sekolah ditutup, sementara negara tetangga Benggala Barat melanjutkan liburan musim panas sekolah beberapa hari.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
BMKG Peringatkan Siklon...
BMKG Peringatkan Siklon Tropis Mekkhala Menguat, Wilayah Ini Berpotensi Diterjang Gelombang Tinggi
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Gawat! Delegasi Iran...
Gawat! Delegasi Iran Walk Out dari Perundingan Damai dengan AS
Rekomendasi
MLSC All-Stars 2026:...
MLSC All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Berebut Gelar Juara di Kudus
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Dari Sopir Bus Mendadak...
Dari Sopir Bus Mendadak Jadi Pemimpin Negara? Ini Serunya Microdrama Love In A Fallen Nation di V+Short
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Pakistan dan India Berperang,...
Pakistan dan India Berperang, Kenapa China yang Menang?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved