Profil Marine Le Pen, Tokoh Anti-Islam yang Dikalahkan Macron
Selasa, 26 April 2022 - 14:41 WIB
loading...
A
A
A
Pada November 2015, terjadi serangan teroris di Prancis yang menyebabkan 130 orang tewas dan lebih dari 350 orang luka. Isu tersebut langsung direspons cepat oleh Le Pen. Ia menyalahkan kebijakan imigrasi mantan presiden François Hollande.
Peristiwa tersebut kemudian menumbuhkan sentimen anti-Islam serta mendorong kinerja Front National dalam pemilihan daerah pada Desember 2015.
Le Pen menempati posisi pertama dalam pemungutan suara untuk presiden regional Nord-Pas-de-Calais (saat ini bagian dari Hauts-de-France).
Pada 2017, Marine Le Pen pun maju sebagai calon presiden. Namun ia kalah dari Emmanuel Macron. Pada Juni 2018, Le Pen mengumumkan Front National mengubah namanya menjadi National Rally.
Ia kembali mencalonkan diri dalam pemilu presiden Prancis pada 2022, tapi lagi-lagi Le Pen kalah dari Emmanuel Macron.
Peristiwa tersebut kemudian menumbuhkan sentimen anti-Islam serta mendorong kinerja Front National dalam pemilihan daerah pada Desember 2015.
Le Pen menempati posisi pertama dalam pemungutan suara untuk presiden regional Nord-Pas-de-Calais (saat ini bagian dari Hauts-de-France).
Pada 2017, Marine Le Pen pun maju sebagai calon presiden. Namun ia kalah dari Emmanuel Macron. Pada Juni 2018, Le Pen mengumumkan Front National mengubah namanya menjadi National Rally.
Ia kembali mencalonkan diri dalam pemilu presiden Prancis pada 2022, tapi lagi-lagi Le Pen kalah dari Emmanuel Macron.
(sya)
Lihat Juga :