Rusia Terus Gempur Pasukan Terakhir Ukraina di Pabrik Baja Mariupol

Minggu, 24 April 2022 - 01:34 WIB
loading...
Rusia Terus Gempur Pasukan...
Rusia Terus Gempur Pasukan Terakhir Ukraina di Pabrik Baja Mariupol. FOTO/Reuters
A A A
MARIUPOL - Rusia melanjutkan serangannya terhadap pasukan terakhir Ukraina yang bersembunyi di pabrik baja raksasa di Mariupol . Hal itu diungkapkan seorang pejabat Ukraina pada Sabtu (23/4/2022).

Serangan dilancarkan pasukan Rusia beberapa hari setelah Moskow mengumumkan kemenangan di kota pelabuhan selatan. “Pasukan Rusia menyerang kompleks Azovstal dengan serangan udara dan mencoba menyerbunya,” kata penasihat presiden Oleksiy Arestovych, seperti dikutip dari Reuters.

Baca: AS Tak Terima Putin Deklarasikan Kemenangan atas Mariupol: Itu Disinformasi!

Ia menambahkan, musuh berusaha mendesak perlawanan terakhir para pembela Mariupol. Pertempuran terbesar dalam konflik telah berkecamuk selama berminggu-minggu ketika Rusia berusaha untuk merebut sebuah kota yang dianggap penting dalam upayanya untuk menghubungkan wilayah Donbas timur dengan Krimea, semenanjung Laut Hitam yang direbut Moskow pada tahun 2014.

“Dua rudal menghantam fasilitas militer dan dua bangunan tempat tinggal di kota pelabuhan Laut Hitam Odesa, dan dua lainnya hancur,” kata Komando Udara Selatan Angkatan Bersenjata Ukraina. Sementara pembantu presiden Ukraina Andriy Yermak mengatakan, lima orang tewas dan 18 luka-luka.

Jumlah korban tewas tidak dapat diverifikasi secara independen. Serangan besar terakhir di atau dekat Odesa terjadi pada awal April lalu.

Baca: Citra Satelit Tunjukkan Situs Kuburan Massal Dekat Mariupol

“Satu-satunya tujuan serangan rudal Rusia di Odesa adalah teror,” tulis Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba di Twitter. Rusia sendiri membantah menargetkan warga sipil dalam "operasi militer khusus" yang dimulai pada 24 Februari.

Seorang jenderal Rusia, Rustam Minnekayev, mengatakan pada hari Jumat bahwa Moskow ingin menguasai seluruh Ukraina selatan, bukan hanya Donbas. Ukraina mengatakan komentar itu mengindikasikan Rusia memiliki tujuan yang lebih luas daripada tujuan yang dinyatakan untuk demiliterisasi dan "denazifikasi" negara itu.

Pasukan Rusia telah mengepung dan membombardir Mariupol sejak hari-hari awal perang, meninggalkan sebuah kota yang biasanya menjadi rumah bagi lebih dari 400.000 orang dalam reruntuhan. Upaya baru untuk mengevakuasi warga sipil gagal pada Sabtu, kata seorang pembantu walikota Mariupol.

Baca: Vladimir Putin Deklarasikan Kemenangan di Mariupol

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan pada hari Jumat bahwa pejuang terakhir Mariupol telah "diblokade dengan aman" di pabrik baja. Pada hari Kamis, Presiden Vladimir Putin telah menyatakan kota itu "dibebaskan", menyatakan bahwa pasukan tidak akan menyerbu Azovstal.

Arestovych, seorang penasihat politik Presiden Volodymyr Zelenskyy, mengatakan pasukan Ukraina di kompleks Azovstal masih bertahan "meskipun dalam situasi yang sangat sulit" dan berusaha melakukan serangan balik. Lebih dari 1.000 warga sipil juga berada di pabrik itu, menurut pihak berwenang Ukraina.

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Pangeran George Masuk...
Pangeran George Masuk Eton College, Sekolah Elit Keluarga Kerajaan
Cara Seru Nonton Beragam...
Cara Seru Nonton Beragam Microdrama di V+Short, Bikin Ketagihan!
Lengkapi Fasilitas Penghuni,...
Lengkapi Fasilitas Penghuni, Club House Dibangun di Citaville Cibubur
Berita Terkini
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved