Banyak Pengungsi Afghanistan Diusir, Jerman Lebih Utamakan Warga Ukraina

Sabtu, 23 April 2022 - 05:29 WIB
loading...
Banyak Pengungsi Afghanistan...
Pengungsi Afghanistan ditampung sementara di pangkalan udara Amerika Serikat di Ramstein, Jerman, 28 Agustus 2021. Foto/REUTERS/Kai Pfaffenbach
A A A
BERLIN - Pengungsi Afghanistan di Berlin sedang dipindahkan dari pusat akomodasi mereka untuk memberi ruang bagi warga Ukraina yang melarikan diri dari konflik yang sedang berlangsung di negara mereka.

Laporan itu diungkapkan majalah Foreign Policy. Mereka yang terkena dampak dipindahkan ke apartemen, hotel yang diubah fungsinya, dan tempat penampungan tunawisma ketika pihak berwenang berjuang mengakomodasi puluhan ribu orang.

“Pengusiran itu sengaja tidak dipublikasikan. Beberapa orang telah tinggal di rumah mereka selama bertahun-tahun dan dicabut dari struktur sosial mereka, termasuk anak-anak yang dipindahkan ke lokasi yang jauh dari sekolah mereka masing-masing,” ungkap Tareq Alaows, anggota Dewan Pengungsi Berlin, mengatakan kepada outlet tersebut.

Baca juga: Nasib Pengkritik Zelensky yang Hilang di Ukraina Kini Terungkap

Sementara beberapa dari pengungsi Afghanistan dipindahkan ke apartemen mereka sendiri, yang lain menemukan rumah baru mereka kurang ideal.

Baca juga: Biadab! Drone Israel Jatuhkan Gas Air Mata ke Jamaah Palestina di Masjid Al-Aqsa

Seorang pria dipisahkan dari ibu dan dua saudara laki-lakinya sementara wanita lain mendapati dirinya, suami dan dua putrinya pindah dua kali pada Maret, sekali ke fasilitas yang menampung mantan penjahat, sebelum menetap di hotel yang berfungsi ganda sebagai tempat penampungan tunawisma.

Baca juga: Putin: Kiev Cegah Pasukan Ukraina di Pabrik Azovstal untuk Menyerah

Jerman menerima sekitar 12.000 pengungsi Afghanistan setelah pengambilalihan Taliban Agustus lalu, dan dilaporkan berencana menggandakan angka itu pada Desember.

Namun, lebih dari 316.000 orang Ukraina telah secara resmi tiba di Jerman sejak Rusia melancarkan serangan militernya di sana pada Februari, dan 60.000 orang telah terdaftar di Berlin saja.

Banyak dari kedatangan terbaru ini akan diproses di ibu kota Jerman sebelum dikirim ke akomodasi di seluruh Jerman, tetapi beberapa akan tetap di Berlin, di mana ruang untuk pengungsi sangat mahal.

Menurut Departemen Integrasi, Tenaga Kerja, dan Layanan Sosial Senat Berlin, kota ini memiliki total 83 akomodasi berbeda untuk para pengungsi, yang sudah menampung sekitar 22.000 orang.

Dengan otoritas lokal yang ingin menahan orang-orang Ukraina di beberapa pusat pemrosesan yang ditentukan, mencari akomodasi untuk orang-orang Afghanistan yang diusir adalah proses yang mahal.

Sewa di kota sekarang 40% lebih mahal daripada tahun lalu, setelah pengadilan menetapkan undang-undang pengendalian harga.

Menurut survei, orang Jerman lebih suka menerima pengungsi Ukraina daripada orang Afghanistan dan lainnya.

Jajak pendapat yang dilakukan tahun lalu menemukan bahwa 60% responden tidak ingin pemerintah mereka menerima pengungsi lagi.

Bahkan ketika Kanselir Jerman Angela Merkel saat itu mengumumkan rencana menyambut puluhan ribu warga Afghanistan, Armin Laschet, pemimpin partai CDU Merkel, mengatakan kepada para pemilih bahwa tahun 2015 “tidak boleh terulang,” mengacu pada keputusan Merkel menyambut sekitar satu juta orang Timur Tengah dan migran Afrika.

Namun, 91% orang Jerman pada bulan Maret mendukung penerimaan pengungsi dari Ukraina. Ini dikombinasikan dengan Polandia dan Hongaria yang biasanya merupakan penentang keras imigrasi yang menerima ratusan ribu pengungsi Ukraina, telah mendorong para pakar dan aktivis liberal untuk menuduh negara-negara Eropa menerapkan “standar ganda” kepada para pengungsi, tergantung pada negara asal mereka.

“Tentu saja itu bukan kesalahan Ukraina, tetapi kami harus merefleksikan solidaritas kami jika itu hanya menargetkan orang-orang tertentu,” tegas Alaows.

“Bulan-bulan terakhir menunjukkan perlakuan berbeda terhadap pengungsi adalah mungkin, dan ini perlu secara sistematis ada di masyarakat kita,” ujar dia.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
Putri Thailand Bajrakitiyabha...
Putri Thailand Bajrakitiyabha Meninggal Dunia usai Koma 3 Tahun
Rekomendasi
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
Warga Jakarta Bisa Liburan...
Warga Jakarta Bisa Liburan Gratis ke Ancol Akhir Juni, Kuota Terbatas!
MBG Perlu Dilanjutkan...
MBG Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi, Perbaikan Tata Kelola, dan Efisiensi Anggaran
Berita Terkini
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Infografis
Wasit Jerman Daniel...
Wasit Jerman Daniel Siebert Pimpin Final Liga Champions PSG vs Arsenal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved