Muslim Delhi Jadi Korban Penggusuran, India Tiru Cara-cara Israel?
Kamis, 21 April 2022 - 19:06 WIB
loading...
Alat berat meratakan bangunan milik warga Islam di Delhi, India. Foto/sputnik
A
A
A
NEW DELHI - Pada Rabu (20/4/2022), badan sipil Delhi utara melakukan pembongkaran bangunan di daerah Jahangirpuri, India.
Langkah itu dilakukan beberapa hari setelah prosesi keagamaan memicu kekerasan komunal di daerah itu dengan sembilan orang, termasuk tujuh petugas polisi, terluka.
![Muslim Delhi Jadi Korban Penggusuran, India Tiru Cara-cara Israel?]()
Sebanyak 45 bangunan, 20 gerobak dagangan, dan dinding serta gerbang masjid dihancurkan oleh Perusahaan Kota Delhi Utara (NDMCD) pada Rabu pagi di daerah Jahangirpuri dalam waktu hampir dua jam.
Malika Bibi, 45 tahun, seorang janda Muslim yang gerobak sayurnya dihancurkan pihak berwenang, bertanya, "Apa yang akan saya lakukan sekarang. Bagaimana saya akan membayar sewa? Bagaimana saya bisa bertahan hidup?"
![Muslim Delhi Jadi Korban Penggusuran, India Tiru Cara-cara Israel?]()
Sejak dini hari, ratusan polisi dikerahkan di blok C dan D Jahangirpuri dan sembilan buldoser dikerahkan untuk melakukan pembongkaran fasilitas yang dibangun secara ilegal.
Hampir 200 meter dari masjid adalah Kali Mandir, kuil Hindu di mana pembongkaran tidak dilanjutkan. Itu satu-satunya struktur di barisan itu yang tidak tersentuh pembongkaran oleh aparat.
![Muslim Delhi Jadi Korban Penggusuran, India Tiru Cara-cara Israel?]()
Karena sebagian besar bangunan yang dihancurkan pada Rabu adalah milik komunitas Muslim, hal itu memicu perang kata-kata politik yang sengit dan tuduhan bahwa pemerintah kota menargetkan minoritas Muslim dan melanggar undang-undang.
Sebagian besar penduduk di daerah ini mencari nafkah sebagai pemulung, pedagang barang bekas, pedagang asongan yang menjual makanan, dan pedagang kaki lima yang menjual sayuran, aksesoris telepon, keripik dan minuman dingin.
![Muslim Delhi Jadi Korban Penggusuran, India Tiru Cara-cara Israel?]()
Ketika pihak berwenang tiba di pagi hari, banyak warga Muslim dari kantong-kantong perumahan yang terletak di belakang masjid terus mengawasi aparat melalui gerbang besi tinggi yang dikunci di pagi hari.
Beberapa hari setelah kekerasan 16 April, suasana normal kembali terlihat. Tetapi NDMCD yang dipimpin Partai Bharatiya Janata mencari masalah saat mereka meminta 400 polisi untuk "program penggusuran" pada 20 dan 21 April.
Langkah itu dilakukan beberapa hari setelah prosesi keagamaan memicu kekerasan komunal di daerah itu dengan sembilan orang, termasuk tujuh petugas polisi, terluka.

Sebanyak 45 bangunan, 20 gerobak dagangan, dan dinding serta gerbang masjid dihancurkan oleh Perusahaan Kota Delhi Utara (NDMCD) pada Rabu pagi di daerah Jahangirpuri dalam waktu hampir dua jam.
Malika Bibi, 45 tahun, seorang janda Muslim yang gerobak sayurnya dihancurkan pihak berwenang, bertanya, "Apa yang akan saya lakukan sekarang. Bagaimana saya akan membayar sewa? Bagaimana saya bisa bertahan hidup?"

Sejak dini hari, ratusan polisi dikerahkan di blok C dan D Jahangirpuri dan sembilan buldoser dikerahkan untuk melakukan pembongkaran fasilitas yang dibangun secara ilegal.
Hampir 200 meter dari masjid adalah Kali Mandir, kuil Hindu di mana pembongkaran tidak dilanjutkan. Itu satu-satunya struktur di barisan itu yang tidak tersentuh pembongkaran oleh aparat.

Karena sebagian besar bangunan yang dihancurkan pada Rabu adalah milik komunitas Muslim, hal itu memicu perang kata-kata politik yang sengit dan tuduhan bahwa pemerintah kota menargetkan minoritas Muslim dan melanggar undang-undang.
Sebagian besar penduduk di daerah ini mencari nafkah sebagai pemulung, pedagang barang bekas, pedagang asongan yang menjual makanan, dan pedagang kaki lima yang menjual sayuran, aksesoris telepon, keripik dan minuman dingin.

Ketika pihak berwenang tiba di pagi hari, banyak warga Muslim dari kantong-kantong perumahan yang terletak di belakang masjid terus mengawasi aparat melalui gerbang besi tinggi yang dikunci di pagi hari.
Beberapa hari setelah kekerasan 16 April, suasana normal kembali terlihat. Tetapi NDMCD yang dipimpin Partai Bharatiya Janata mencari masalah saat mereka meminta 400 polisi untuk "program penggusuran" pada 20 dan 21 April.
Lihat Juga :