Komandan Ukraina di Mariupol Akui di Ambang Kalah dari Rusia: Ini Hari-hari Terakhir

Kamis, 21 April 2022 - 07:27 WIB
loading...
Komandan Ukraina di...
Serhiy Volyna, komandan Ukraina di Mariupol akui pasukannya di ambang kalah dalam perang melawan pasukan Rusia. Foto/Facebook via news.com.au
A A A
MARIUPOL - Pasukan Ukraina di Mariupol mengaku sudah di ambang kalah dalam perangnya melawan pasukan Rusia . Komandannya merasa saat ini adalah hari-hari terakhir, dan dia meminta bantuan kepada para pemimpin dunia.

"Pasukan mungkin menghadapi hari-hari terakhir kita, jika tidak berjam-jam", kata Serhiy Volyna, komandan dari Brigade Marinir Terpisah ke-36 Ukraina dalam sebuah posting di Facebook pada Rabu pagi.

Komentar itu muncul ketika Rusia mengeluarkan ultimatum baru kepada para tentara yang bertahan di dalam pabrik baja di kota yang terkepung tersebut.

"Musuh melebihi jumlah kita 10 banding satu,” ujar Volyna.

Baca juga: Ukraina: Kota Mariupol Tak Ada Lagi, Sudah Diratakan dengan Tanah oleh Rusia

Ratusan warga sipil diyakini berlindung di ruang bawah tanah pabrik Azovstal yang terkepung, sebuah pabrik besar dengan terowongan bawah tanah.

Menurut informasi Rusia, sekitar 2.500 tentara Ukraina dan 400 tentara bayaran asing bersembunyi di pabrik baja, sementara laporan Ukraina mengatakan sekitar 1.000 warga sipil mencari perlindungan di sana.

Tidak mungkin untuk memverifikasi informasi yang diberikan oleh kedua belah pihak secara independen mengingat skala pertempuran dan kurangnya komunikasi di Mariupol, yang pelabuhannya dikepung oleh pasukan Rusia pada 1 Maret, tak lama setelah dimulainya invasi pada 24 Februari.

Kota dan pelabuhan sebagian besar dianggap telah hancur dalam beberapa minggu pengeboman dan penembakan Rusia.

“Kami mengimbau dan memohon kepada semua pemimpin dunia untuk membantu kami,” kata Volya dalam video tersebut.

"Kami meminta mereka untuk menggunakan prosedur ekstraksi dan membawa kami ke wilayah negara pihak ketiga.”

Rusia mengalihkan fokus perangnya ke Ukraina timur pada minggu terakhir bulan Maret setelah pasukannya menarik diri dari Kiev dan daerah sekitarnya yang mengakhiri apa yang disebut Moskow sebagai “fase pertama” perang.

Sementara itu, Wali Kota Mariupol Vadym Boychenko mengatakan pada hari Rabu bahwa upaya sedang dilakukan untuk mengevakuasi sekitar 6.000 wanita, anak-anak dan orang tua dari kota.

Boychenko, yang telah meninggalkan Mariupol, mengatakan dia berharap kesepakatan awal dengan Rusia untuk membangun koridor yang aman akan diteguhkan dan dipertahankan.

Dia mengatakan sekitar 100.000 warga sipil tetap berada di Mariupol dan bahwa puluhan ribu orang telah tewas dalam pengepungan Rusia di kota Laut Azov.

Rusia telah berulang kali menyerukan pasukan Ukraina untuk menyerah, seruan yang mereka tolak. Kementerian pertahanannya mengatakan pasukan Ukraina yang masih bersembunyi di dalam Azovstal menghadapi "situasi bencana".

Pasukan Rusia diyakini secara bertahap mendorong jalan mereka ke kota dan beberapa pejabat Ukraina mengatakan pada hari Selasa bahwa sebuah rumah sakit di dekat pabrik Azovstal terkena dampak pertempuran.

Volyna mengakui Rusia memiliki “keuntungan di udara, di artileri, di pasukan mereka di darat, di peralatan, dan di tank”.

“Kami hanya mempertahankan satu objek—pabrik Azovstal—di mana selain personel militer, ada juga warga sipil yang menjadi korban perang ini,” imbuh dia, seperti dikutip Al Jazeera, Kamis (21/4/2022).
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Trump Sebut Aset Iran...
Trump Sebut Aset Iran Akan Dikendalikan AS, Ini Respons Keras Teheran
Rekomendasi
Kajari Serdang Bedagai...
Kajari Serdang Bedagai Diamankan Kejagung, Diduga Tak Profesional
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved