Banjir Tewaskan 400 Warga Afsel, Pencarian Korban Selamat Terus Dilakukan

Sabtu, 16 April 2022 - 10:00 WIB
loading...
Banjir Tewaskan 400...
Banjir Tewaskan 400 Warga Afsel, Pencarian Korban Selamat Terus Dilakukan. FOTO/Reuters
A A A
DURBAN - Warga Afrika Selatan (Afsel) terus melakukan pencarian korban selamat pada Jumat (15/4/2022) dari bencana banjir besar yang menewaskan hampir 400 orang. Banjir itu juga menghanyutkan rumah dan jalan, serta membuat ribuan orang kehilangan tempat berteduh, pasokan air bersih, dan listrik.

Banjir di provinsi Kwazulu-Natal telah melumpuhkan jaringan listrik, mematikan layanan air dan mengganggu operasi di salah satu pelabuhan tersibuk di Afrika. Korban tewas naik menjadi 395 pada hari Jumat dari perkiraan sebelumnya 341.

Baca: Lebih dari 300 Orang Tewas Akibat Banjir di Afrika Selatan

Menteri Keuangan Enoch Godongwana mengatakan kepada stasiun TV Newsroom Afrika bahwa kucuran USD68,3 juta akan diberikan untuk bantuan darurat dan tersedia untuk digunakan segera, setelah provinsi tersebut dinyatakan sebagai daerah bencana.

Pemerintah setempat memperkirakan kerusakan mencapai beberapa miliar Rand dan melaporkan penjarahan sporadis - di kota yang masih dalam pemulihan dari bencana kerusuhan dan penjarahan Juli lalu. Banyak dari mereka yang terkena dampak terburuk berada di permukiman informal yang miskin, tidak terencana, dan rentan terhadap banjir.

Pihak berwenang mengatakan bahwa sekitar 13.600 orang kehilangan tempat tinggal akibat banjir. Sementara lebih dari 40.000 orang telah terkena dampak bencana.

"Saya merasa kosong, tersesat dan sendirian. Saya pikir saya kehilangan akal sehat," kata Winnie Hlakanyana, 51, setelah gubuk lima kamarnya di pemukiman Gandhi Kwazulu-Natal hancur total, meninggalkan dia dan enam anaknya kehilangan tempat tinggal.

Baca: 4 Negara Paling Sering Banjir, Nomor 2 Ribuan Desa Menderita

"Saya berharap saya baru saja mati, karena saya tidak dapat memulai dari awal. Melihat semua perabotan hasil jerih payah saya hanyut dan rumah saya tertutup lumpur. Saya tidak pernah bisa melupakannya," lanjutnya.

Stasiun TV lokal menunjukkan relawan membersihkan wadah plastik, tumpukan bambu dan kayu apung dari pantai Durban. Di pantai-pantai lain, seorang saksi mata Reuters mengatakan bahwa para wisatawan memanfaatkan jeda sebelum hujan kembali turun pada Jumat malam.

Para ilmuwan percaya bahwa pantai tenggara Afrika menjadi lebih rentan terhadap badai dahsyat dan banjir karena emisi gas yang memerangkap panas dari manusia menyebabkan Samudra Hindia menghangat. Mereka memperkirakan tren akan memburuk secara dramatis dalam beberapa dekade mendatang.

Baca: Banjir Setinggi 2 Meter Rendam Puluhan Rumah di Tasikmalaya

Juru kampanye iklim lokal menyerukan investasi yang lebih besar untuk membantu masyarakat lebih siap menghadapi guncangan cuaca. Pada prosesi sunyi di Durban untuk menandai dimulainya akhir pekan Paskah, umat Kristen meletakkan bunga di salib.

"Ada begitu banyak alasan untuk kehilangan harapan saat ini," kata Raymond Perry, direktur amal Kristen Dennis Hurley Centre. "(Tapi) bahkan dalam menghadapi keputusasaan, ada harapan," lanjutnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kedubes Iran di Afrika...
Kedubes Iran di Afrika Selatan Ejek Trump Terkait Rilis Dokumen Rahasia UFO
Buaya 4,5 Meter Ini...
Buaya 4,5 Meter Ini Dievakuasi dengan Helikopter, Ada Tubuh Manusia di Dalam Perutnya
Wabah Hantavirus Serang...
Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar di Atlantik, 3 Orang Tewas
Dibantu Tentara Rusia,...
Dibantu Tentara Rusia, Mali Sukses Gagalkan Kudeta Militer
China Isi Kekosongan...
China Isi Kekosongan Militer di Benua Afrika, Penjualan Senjata Melonjak
Afrika Selatan Usir...
Afrika Selatan Usir Diplomat Israel, Harus Pergi dalam 72 Jam
Minimalisasi Banjir...
Minimalisasi Banjir Tangsel, FPSC Susur Sungai Ciputat
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Indonesia Perkuat Regenerasi...
Indonesia Perkuat Regenerasi Atlet demi Kuasai Panggung MMA Asia
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Alfamart Tutup 400 Gerai,...
Alfamart Tutup 400 Gerai, Sementara Warung Madura Terus Ekspansi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved