TV Rusia Sebut Invasi Ukraina Telah Meningkat Jadi Perang Dunia III

Jum'at, 15 April 2022 - 20:52 WIB
loading...
TV Rusia Sebut Invasi...
Penyiar televisi Rusia menyebut invasi Ukraina telah meningkat menjadi Perang Dunia III. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
MOSKOW - Seorang pembawa acara TV pemerintah Rusia mengatakan alasan "operasi khusus" Presiden Vladimir Putin di Ukraina memakan waktu begitu lama adalah karena negara itu telah memasuki Perang DuniaIII melawan NATO .

Pernyataan dari salah satu presenter televisi paling terkemuka di Rusia itu menyusul kekalahan simbolis yang menyakitkan bagi Moskow dengan tenggelamnya kapal utama armada Laut Hitamnya, Moskva.

Presenter Olga Skabeyeva memohon kepada pemirsa Rossiya 1 untuk mengakui bahwa negara itu sekarang berperang melawan infrastruktur NATO, jika bukan NATO itu sendiri.



"Banyak yang mengatakan 'tidak bisakah itu dilakukan lebih cepat?' Semua orang ingin itu terjadi lebih cepat. Semua orang ingin kemenangan yang meyakinkan. Setiap orang ingin semua tujuan yang ditetapkan untuk dilaksanakan," katanya.

“Jika tidak, secara keseluruhan, tidak mungkin untuk menerima operasi khusus yang kami mulai – operasi khusus Rusia di Ukraina," imbuhnya.

“Orang dapat dengan aman menyebut apa yang telah meningkat menjadi Perang Dunia Ketiga. Itu benar-benar pasti," ia melanjutkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Banjir Hancurkan Peternakan,...
Banjir Hancurkan Peternakan, Lepaskan Hampir 900 Ular Termasuk Kobra ke Permukiman
500 Lebih Pengungsi...
500 Lebih Pengungsi Rohingya Dikhawatirkan Tewas akibat Kapal Tenggelam
Rekomendasi
24 Penumpang KM Nurul...
24 Penumpang KM Nurul Salsa Belum Ditemukan, Basarnas Lanjutkan Pencarian
Blok Masela Ditargetkan...
Blok Masela Ditargetkan Produksi 2029, Alokasi Gas Domestik Capai 60%
Antisipasi Risiko Sosial...
Antisipasi Risiko Sosial Tambang, Perusahaan Didorong Terapkan Standar Keberlanjutan Global
Berita Terkini
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved