Lebih dari 300 Orang Tewas Akibat Banjir di Afrika Selatan

Kamis, 14 April 2022 - 19:29 WIB
loading...
Lebih dari 300 Orang...
Lebih dari 300 orang tewas akibat banjir di Afrika Selatan. Foto/CBS News
A A A
JOHANNESBURG - Lebih dari 300 orang tewas akibat banjir yang disebabkan oleh hujan deras yang turun selama berhari-hari di sepanjang pantai timur Afrika Selatan .

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa disambut dengan pemandangan kehancuran total saat ia mengunjungi provinsi Kwa-Zulu Natal, tempat tim penyelamat terus melakukan pencarian terhadap korban di tengah reruntuhan pada Rabu kemarin.

Berbicara dengan keluarga yang hancur karena kehilangan orang-orang yang dicintai dan rumah mereka, Ramaphosa menyebutnya sebagai bencana dengan proporsi yang sangat besar, dan bersumpah bahwa pemerintahnya akan bertindak dengan cepat untuk membantu mereka yang terkena dampak.



Ramaphosa bertemu Nonkululeko Mdlalose, yang menahan air mata ketika dia mengatakan kepada presiden Afrika Selatan itu bahwa dia telah kehilangan 10 anggota keluarga yang sedang tidur ketika banjir melanda rumah mereka pada hari Senin pukul 11 malam.

Ramaphosa meyakinkan Mdlalose bahwa bantuan keuangan akan datang karena provinsi tersebut akan secara resmi dinyatakan sebagai zona bencana seperti dikutip dari CBS News, Kamis (14/4/2022).

Beberapa daerah mengalami curah hujan selama enam bulan dalam satu hari, dengan lebih dari curah hujan satu kaki turun di beberapa tempat selama tiga hari hujan. Layanan cuaca nasional Afrika Selatan mengatakan provinsi itu telah mengalami banjir satu hari terdahsyat dalam lebih dari 60 tahun.

Baca juga: Habiskan Rp14 Miliar dari Transferan Nyasar, Mahasiswi Ini Dipenjara 5 Tahun

Video udara menunjukkan lereng bukit dan rumah-rumah hanyut dan bangunan serta infrastruktur lainnya hancur. Komunikasi dengan wilayah tersebut terputus dengan dua jaringan seluler utama yang mengatakan 900 menara seluler mereka mati.

Banjir dimulai pada awal minggu, memicu tanah longsor yang mengubur atau menyapu rumah, meruntuhkan jembatan dan memblokir jalan raya utama. Pelabuhan Durban turun banjir, dengan kontainer pengiriman hanyut dan hancur.

Pada hari Kamis, layanan darurat masih tidak dapat mengakses beberapa daerah yang lebih terpencil, membuat penduduk mencoba menggali tetangga yang terperangkap oleh tanah longsor keluar dari bawah lumpur dan puing-puing secara swadaya. Kendaraan polisi terlihat mengambil mayat dan membawanya ke kantor polisi setempat.

Baca juga: Presiden Afsel Salahkan NATO atas Perang Rusia-Ukraina

Jalan yang diblokir, jaringan listrik yang putus dan kekurangan air minum memicu kekhawatiran di antara penduduk. Pemerintah provinsi memperkirakan bahwa kerusakan senilai lebih dari USD100 juta telah terjadi pada properti dan infrastruktur di Kwa-Zulu Natal.

National Sea Rescue Institute mengatakan telah meluncurkan operasi penyelamatan massal terbesar dalam beberapa tahun sebagai tanggapan atas bencana tersebut, dengan ratusan penyelamatan dilakukan.

Curah hujan yang lebih deras diperkirakan akan terjadi selama akhir pekan Paskah, dan dengan tanah yang sudah jenuh, petugas penyelamat dan penduduk khawatir mereka dapat melihat lebih banyak banjir dan tanah longsor dalam beberapa hari mendatang.

Para ilmuwan telah memperingatkan bahwa perubahan iklim akan terus membawa badai yang lebih besar dan lebih banyak curah hujan di seluruh wilayah. Layanan cuaca Afrika Selatan telah meminta masyarakat untuk waspada.

Baca juga: Pria Ini Nebeng Terbang 11 Jam di Roda Pesawat dan Ajaibnya Masih Hidup
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kedubes Iran di Afrika...
Kedubes Iran di Afrika Selatan Ejek Trump Terkait Rilis Dokumen Rahasia UFO
Buaya 4,5 Meter Ini...
Buaya 4,5 Meter Ini Dievakuasi dengan Helikopter, Ada Tubuh Manusia di Dalam Perutnya
Wabah Hantavirus Serang...
Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar di Atlantik, 3 Orang Tewas
Daftar Negara yang Sudah...
Daftar Negara yang Sudah Buat Buku Panduan Hadapi Perang Dunia III untuk Warganya
Afrika Selatan Usir...
Afrika Selatan Usir Diplomat Israel, Harus Pergi dalam 72 Jam
Nabi Gadungan Bikin...
Nabi Gadungan Bikin Panik Warga Satu Negara, Tebar Ketakutan akan Terjadi Banjir Kiamat
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Republik Ceko vs Afrika...
Republik Ceko vs Afrika Selatan 1-1: Peluang Lolos ke Fase Gugur Kian Menipis
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Panglima Militer Israel:...
Panglima Militer Israel: Tentara yang Tewas di Gaza Jauh Lebih Banyak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved