Pemimpin Chechnya: Lebih dari 1.000 Marinir Ukraina Menyerah di Mariupol
Rabu, 13 April 2022 - 12:03 WIB
loading...
A
A
A
Menurut posting yang diterbitkan Senin, "Banyaknya yang terluka hampir setengah dari brigade."
"Tidak ada yang mau berkomunikasi dengan kami lagi karena mereka telah menghapus kami," tulis Marinir Ukraina itu.
Dia menambahkan bahwa permintaan mereka untuk keluar dari kota ditolak oleh komando, yang juga "menjanjikan helikopter yang tidak pernah tiba."
Sebelumnya, Valeriy Zaluzhny, panglima angkatan bersenjata Ukraina, mengklaim jalur komunikasi dengan pasukan di kota itu "stabil dan terpelihara," dan militer Ukraina fokus menyelamatkan sebanyak mungkin prajurit.
Menurut militer Rusia, pertempuran baru-baru ini berpusat di kompleks besi-baja dan pelabuhan Azovstal.
Seperti yang dikatakan Pemimpin DPR, Denis Pushilin, Senin, pelabuhan Mariupol dikuasai pasukan DPR.
Menurut perwakilan Milisi Rakyat Donetsk, daerah permukiman kota itu hampir dibebaskan dari militan Ukraina. "Ada kantong-kantong api seperti penembak jitu atau unit darat," papar dia.
Pada 24 Februari, Rusia meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina sebagai tanggapan atas permohonan perlindungan dari tentara Ukraina oleh Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk.
Operasi khusus, yang menargetkan infrastruktur militer Ukraina, bertujuan "demiliterisasi dan denazifikasi" Ukraina, menurut Kementerian Pertahanan Rusia.
Kementerian menyatakan Angkatan Bersenjata hanya menyerang pasukan Ukraina, dan pada akhir Maret, mereka telah menyelesaikan tugas utama tahap pertama operasi, karena mereka telah secara signifikan mengurangi potensi tempur militer Ukraina.
Moskow telah menyatakan mereka tidak berniat menduduki Ukraina. Tujuan utama dari operasi yang sedang berlangsung adalah pembebasan Donbass.
"Tidak ada yang mau berkomunikasi dengan kami lagi karena mereka telah menghapus kami," tulis Marinir Ukraina itu.
Dia menambahkan bahwa permintaan mereka untuk keluar dari kota ditolak oleh komando, yang juga "menjanjikan helikopter yang tidak pernah tiba."
Sebelumnya, Valeriy Zaluzhny, panglima angkatan bersenjata Ukraina, mengklaim jalur komunikasi dengan pasukan di kota itu "stabil dan terpelihara," dan militer Ukraina fokus menyelamatkan sebanyak mungkin prajurit.
Menurut militer Rusia, pertempuran baru-baru ini berpusat di kompleks besi-baja dan pelabuhan Azovstal.
Seperti yang dikatakan Pemimpin DPR, Denis Pushilin, Senin, pelabuhan Mariupol dikuasai pasukan DPR.
Menurut perwakilan Milisi Rakyat Donetsk, daerah permukiman kota itu hampir dibebaskan dari militan Ukraina. "Ada kantong-kantong api seperti penembak jitu atau unit darat," papar dia.
Pada 24 Februari, Rusia meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina sebagai tanggapan atas permohonan perlindungan dari tentara Ukraina oleh Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk.
Operasi khusus, yang menargetkan infrastruktur militer Ukraina, bertujuan "demiliterisasi dan denazifikasi" Ukraina, menurut Kementerian Pertahanan Rusia.
Kementerian menyatakan Angkatan Bersenjata hanya menyerang pasukan Ukraina, dan pada akhir Maret, mereka telah menyelesaikan tugas utama tahap pertama operasi, karena mereka telah secara signifikan mengurangi potensi tempur militer Ukraina.
Moskow telah menyatakan mereka tidak berniat menduduki Ukraina. Tujuan utama dari operasi yang sedang berlangsung adalah pembebasan Donbass.
(sya)
Lihat Juga :