Digempur Rusia, Tentara Ukraina Akan Dilatih di Inggris

Rabu, 13 April 2022 - 01:22 WIB
loading...
Digempur Rusia, Tentara...
Para tentara Ukraina akan diangkut ke Inggris untuk dilatih militer London. Rencana itu diumumkan Inggris ketika invasi Rusia di Ukraina masih berlangsung. Foto/REUTERS/Gleb Garanich
A A A
LONDON - Di saat Ukraina digempur Rusia , para tentara Kiev akan diangkut ke Inggris dan dilatih di sana. Menteri Angkatan Bersenjata Inggris, James Heappey, mengonfirmasi hal itu pada Selasa (12/4/2022).

Menurutnya, sejumlah pasukan Kiev yang tidak ditentukan diperkirakan akan tiba dalam beberapa hari ke depan untuk mempelajari cara mengoperasikan kendaraan lapis baja yang telah dijanjikan Inggris untuk dipasok ke Ukraina di tengah konflik yang sedang berlangsung dengan Rusia.

“Ada 120 kendaraan lapis baja yang sedang dalam proses persiapan,” kata Heappey kepada LBC Radio.

“Dan pasukan Ukraina yang akan mengoperasikannya akan tiba di Inggris dalam beberapa hari ke depan untuk belajar mengemudi dan memimpin kendaraan itu.”

Pengiriman senjata baru ke pihak berwenang Ukraina dijanjikan oleh London pekan lalu di tengah kunjungan mendadak Perdana Menteri (PM) Boris Johnson ke Kiev.

Baca juga: Perang Ukraina Makin Memanas, Iran Disebut Pasok Rudal ke Rusia

Johnson bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, mengunjungi ibu kota dan menjanjikan lebih lanjut bantuan keuangan dan militer. "Yang merupakan bukti komitmen kami terhadap perjuangan negara melawan kampanye biadab Rusia,” kata Johnson.

Selain 120 kendaraan lapis baja, paket tersebut juga mencakup rudal anti-pesawat Starstreak, 800 rudal anti-tank NLAW, dan munisi berkeliaran berteknologi tinggi, yang juga dikenal sebagai "drone bunuh diri".

Heappey, dalam wawancara terpisah dengan BBC, mengatakan pengiriman paket senjata Inggris ke Ukraina juga termasuk rudal anti-kapal.

“Ada lebih banyak rudal anti-tank dan anti-pesawat yang diluncurkan dari bahu yang kami kirimkan serta amunisi presisi yang berkeliaran, dan seperti yang Anda dengar perdana menteri katakan pada akhir pekan, kami juga mengirim senjata anti-kapal juga," ujarnya.

Baca juga: Tangan Mati Rusia, Senjata yang Bisa Tembakkan 30 Nuklir Sekaligus Mampu Lenyapkan Barat

London telah menjadi salah satu pendukung paling bersemangat dari otoritas Kiev dalam perselisihan mereka dengan Rusia, di mana kedua negara menikmati hubungan militer yang kuat jauh sebelum konflik yang sedang berlangsung pecah.

Inggris telah mengirim lebih dari 4.000 rudal anti-tank NLAW ke Ukraina, dan memberi Kiev paket pinjaman besar-besaran £1,7 miliar pada tahun 2021 untuk meningkatkan kemampuan Angkatan Laut-nya sambil mengumpulkan sekutunya untuk meningkatkan bantuan militer mereka ke Ukraina.

Inggris juga telah secara aktif melatih personel militer Ukraina, menjalankan apa yang disebut "Operasi Orbital" sejak 2014. Sekitar 22.000 personel militer Ukraina telah dilatih di bawah proyek tersebut, tetapi dihentikan pada Februari setelah serangan Rusia di Ukraina.

Moskow menyerang negara tetangganya menyusul kegagalan Ukraina untuk menerapkan ketentuan Perjanjian Minsk yang ditandatangani pada 2014, dan pengakuan Rusia kepada dua republik Donbass; Donetsk dan Luhansk, sebagai negara yang merdeka.

Perjanjian Minsk yang ditengahi Jerman dan Perancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.

Rusia sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.

Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali kedua republik Donbass dengan paksa.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Taiwan Luncurkan Puluhan...
Taiwan Luncurkan Puluhan Rudal HIMARS ke Arah China
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Berita Terkini
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved