Rusia Lenyapkan Peluncur S-300 yang Dipasok Eropa di Ukraina
Senin, 11 April 2022 - 17:26 WIB
loading...
A
A
A
Washington dilaporkan menginginkan anggota NATO lainnya, Turki, untuk mencapai kesepakatan serupa dengan Ukraina dan mengirimkannya rudal S-400 yang dipasok Rusia, yang lebih canggih daripada S-300.
Ankara menolak gagasan itu, dengan mengatakan senjata akan tetap menjadi miliknya. Pada 2020, AS memberlakukan sanksi terhadap Turki karena membeli sistem S-400 dari Rusia berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani pada 2017.
Moskow menyerang tetangganya pada akhir Februari, menyusul kegagalan Ukraina mengimplementasikan ketentuan perjanjian Minsk yang ditandatangani pada 2014, dan pengakuan Rusia atas kemerdekaan republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.
Protokol yang ditengahi Jerman dan Prancis telah dirancang untuk mengatur status wilayah-wilayah tersebut di dalam negara Ukraina.
Rusia kini menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.
Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana merebut kembali kedua republik dengan paksa.
Ankara menolak gagasan itu, dengan mengatakan senjata akan tetap menjadi miliknya. Pada 2020, AS memberlakukan sanksi terhadap Turki karena membeli sistem S-400 dari Rusia berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani pada 2017.
Moskow menyerang tetangganya pada akhir Februari, menyusul kegagalan Ukraina mengimplementasikan ketentuan perjanjian Minsk yang ditandatangani pada 2014, dan pengakuan Rusia atas kemerdekaan republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.
Protokol yang ditengahi Jerman dan Prancis telah dirancang untuk mengatur status wilayah-wilayah tersebut di dalam negara Ukraina.
Rusia kini menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.
Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana merebut kembali kedua republik dengan paksa.
(sya)
Lihat Juga :