Duta Besar Ukraina Sebut Semua Orang Rusia adalah Musuh

Jum'at, 08 April 2022 - 18:44 WIB
loading...
Duta Besar Ukraina Sebut...
Duta Besar (Dubes) Ukraina untuk Jerman Andrey Melnik. Foto/ukrinform.net
A A A
BERLIN - Duta Besar (Dubes) Ukraina untuk Jerman, Andrey Melnik, memicu kritik setelah menyebut semua orang Rusia adalah "musuh".

Pernyataan itu muncul dalam wawancara pada Rabu dengan surat kabar Jerman, dan kemudian menggandakan kata-katanya.



Komentarnya memicu tuduhan bahwa pernyataan itu “tidak kurang dari fasisme.”

Baca juga: Rusia Berharap Operasi Militer di Ukraina Berakhir Beberapa Hari Lagi

“Saya akan mengatakannya dengan sangat jelas: Rusia adalah negara musuh bagi kami. Dan semua orang Rusia adalah musuh Ukraina saat ini,” ujar Melnik kepada Frankfurter Allgemeine Zeitung (FAZ) dalam wawancara yang diterbitkan pada Selasa (5/4/2022).

Baca juga: China Ungkap Asal Masalah Ukraina, Beri Resep Stabilitas Langgeng

Dia melanjutkan dengan mengatakan, bukan "masalahnya" untuk "membedakan" antara orang Rusia yang "baik" dan yang buruk.

Baca juga: Viral! Pesawat Kargo Terbelah Dua Saat Pendaratan Darurat

Duta Besar itu menanggapi pertanyaan tentang mengapa dia menolak konser amal yang diselenggarakan Presiden Frank-Walter Steinmeier yang menampilkan musisi Rusia dan Ukraina pada akhir Maret.

Melnik menyebut acara itu sebagai “provokasi,” menambahkan bahwa dia tidak dapat membayangkan orang Rusia dan Ukraina “merayakan bersama” dan “menikmati budaya” selama perang berkecamuk di tanah airnya.

Dikenal karena bicaranya yang keras, Melnik juga menuduh Jerman dan presiden mereka tidak peka, dengan alasan mereka “tidak dapat memahami” sifat dari keadaan sulit karena mereka tidak “menerima” konflik.

Diplomat itu mengatakan dia tidak pernah memiliki teman Rusia dan “tidak memiliki ilusi” tentang masa depan.

Dia menambahkan, “Ukraina telah, sedang, dan kemungkinan akan tetap menjadi musuh masyarakat Rusia untuk waktu yang lama,” sementara Rusia akan tetap menjadi musuh Ukraina “bahkan setelah perang.”

Wawancara tersebut menuai gelombang kritik dari para pembaca. “Dengan segala hormat, Tuan Duta Besar, itu adalah aib bagi seorang diplomat dengan pangkat Anda,” tulis satu orang.

Yang lain berkata, “Menurut artikel itu, Tuan Melnik adalah seorang rasis dan harus dilarang (berbicara) di jejaring sosial dan di media.”

Melnik, bagaimanapun, tampak tidak menyesal. Pada Rabu, dia menerbitkan gambar wawancaranya di edisi cetak FAZ di Twitter, dan disertai keterangan dalam huruf kapital yang berbunyi, “Semua orang Rusia adalah musuh kita.”

Rentetan kritik, bagaimanapun, tampaknya gagal mengubah pikiran sang duta besar. Dalam tweet baru-baru ini, ia mengecam acara musik Jerman lainnya yang melihat seorang pemain biola Rusia dianugerahi hadiah.

“Saya tidak akan pernah mengunjungi (kota Jerman) Osnabruck lagi,” tulis Melnik, mencela “pembangun jembatan munafik” yang jembatan musiknya “mengarah langsung ke neraka.”

Pihak berwenang Jerman belum mengomentari pernyataan duta besar itu, meskipun majalah Stern menyebut kata-katanya "drastis."

Moskow melancarkan serangan besar-besaran di Ukraina pada akhir Februari, menyusul kegagalan Kiev menerapkan ketentuan perjanjian Minsk yang ditandatangani pada 2014, dan pengakuan Rusia pada republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.

Protokol Minsk yang ditengahi Jerman dan Prancis dirancang untuk mengatur status wilayah di dalam negara Ukraina.

Rusia kini menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan aliansi militer NATO yang dipimpin AS.

Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana merebut kembali dua wilayah pemberontak dengan paksa.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Selama Gencatan Senjata...
Selama Gencatan Senjata Paskah, Rusia Diserang Ukraina 1.300 Kali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved