Barat Usir Diplomat Rusia, Ini Peringatan Tegas Kremlin

Kamis, 07 April 2022 - 02:25 WIB
loading...
A A A
Pengusiran dilakukan setelah gambar warga sipil yang diduga tewas di kota Bucha, barat laut Kiev, dirilis oleh pemerintah Ukraina dan media Barat. Kiev menuduh penarikan pasukan Rusia membantai warga sipil dalam apa yang diklaimnya sebagai tindakan genosida.

Baca juga: Italia Usir 30 Diplomat Rusia Setelah Pembantaian Bucha

Moskow telah membantah tuduhan itu dan mengatakan Ukraina, serta beberapa pendukung asingnya, melancarkan kampanye berita palsu.

Namun, negara-negara Barat mulai mengusir diplomat Rusia bahkan sebelum klaim tentang Bucha. Lebih dari 40 pegawai Kementerian Luar Negeri dipulangkan dari Belgia, Belanda, dan Irlandia pada 29 Maret. Polandia tidak hanya mengusir 45 diplomat – mengklaim mereka benar-benar mata-mata – tetapi juga membekukan rekening kedutaan Rusia pada 3 Maret, yang melanggar Konvensi Wina yang mengatur hubungan diplomatik antar negara.

Sementara baik Amerika Serikat (AS) maupun sekutunya tidak secara resmi memutuskan hubungan diplomatik dengan Moskow setelah meningkatnya permusuhan akibat krisis di Ukraina, mereka telah meluncurkan serangkaian sanksi dan pembatasan untuk secara de facto membekukan Rusia dari apa yang mereka sebut sebagai “komunitas internasional.”

Baca juga: Barat Usir Diplomat Rusia Besar-besaran, Begini Reaksi Moskow
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Hizbullah Tolak Pembaruan...
Hizbullah Tolak Pembaruan Gencatan Senjata Antara Israel dan Lebanon
Bukan Hanya Rupiah,...
Bukan Hanya Rupiah, Won Korea Tersungkur Hadapi Dolar AS: Terburuk sejak 17 Tahun
Rekomendasi
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved