China Serukan Penyelidikan Atas Pembantaian Bucha

Rabu, 06 April 2022 - 23:48 WIB
loading...
A A A
"Ini hanyalah sandiwara yang dimainkan oleh Amerika dan Nazi Ukraina dalam upaya untuk mengalihkan opini publik, tetapi orang-orang di dunia dengan mata dan hati tidak akan mengabaikan fakta AS dan Ukraina yang meneliti senjata biologis," bunyi salah satu postingan bertanda "Memahami Perang Dingin Lebih Baik Dari Amerika."

Kedutaan Besar Rusia di Beijing juga menggunakan platform tersebut untuk menolak tuduhan tersebut, sementara mitranya dari Ukraina menarik perhatian pada “kejahatan perang Rusia terhadap warga sipil di Irpin,” kota lain di mana diduga kekejaman perang juga terjadi.

The Global Times, sebuah tabloid nasionalistik yang diterbitkan oleh corong Partai Komunis China People's Daily, dalam editorialnya mencoba menyeimbangkan pemberitaan dengan menurunkan judul "'Insiden Bucha' tidak digunakan sebagai dalih untuk mengobarkan situasi."

"Selama Rusia dan Ukraina tidak dapat mencapai gencatan senjata, tragedi kemanusiaan tidak akan berakhir," kata surat kabar itu.

Baca juga: Beijing pada UE: China Akan Kejar Perdamaian di Ukraina dengan Cara Sendiri

“Namun, sangat disesalkan bahwa setelah pengungkapan 'insiden Bucha', AS, penggagas krisis Ukraina, belum menunjukkan tanda-tanda mendesak perdamaian dan mempromosikan pembicaraan, tetapi siap untuk memperburuk ketegangan Rusia-Ukraina dan menciptakan hambatan bagi pembicaraan damai antara kedua belah pihak," bunyi editorial itu.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
TikTok soal Kabar PHK...
TikTok soal Kabar PHK 90% Karyawan Tokopedia: Ini Bukan Keputusan Mudah
Dramatis, Korban Gempa...
Dramatis, Korban Gempa Venezuela Dievakuasi Hidup-hidup Setelah 8 Hari Tertimbun
Rusia Ngamuk Bombardir...
Rusia Ngamuk Bombardir Kiev Hancurkan Gedung-Gedung, 11 Orang Tewas Puluhan Luka
Rekomendasi
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
DPR Soroti Penggunaan...
DPR Soroti Penggunaan Helikopter KPU, Harap Bisa Dapat Sanksi Tegas
Top Skor Piala Dunia...
Top Skor Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo Tambah 1 Gol
Berita Terkini
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Jadi Anak Presiden dan...
Jadi Anak Presiden dan Jabat Panglima Militer, Jenderal Ini Seenaknya Menutup Media
5 Pemimpin Muslim yang...
5 Pemimpin Muslim yang Jenazahnya Diawetkan sebelum Dimakamkan, Ali Khamenei Paling Lama
Ketika Uang Negara Rp35.914...
Ketika Uang Negara Rp35.914 Triliun Lenyap Dikorupsi sejak 2003
Mojtaba Disebut Tak...
Mojtaba Disebut Tak Akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Ini Alasannya
Komika Turki Ditangkap...
Komika Turki Ditangkap atas Tuduhan Menghina Islam dan Erdogan
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved