Pemimpin Al-Qaeda Ayman Al-Zawahiri Muncul Lagi di Video, Masih Hidup

Rabu, 06 April 2022 - 09:45 WIB
loading...
Pemimpin Al-Qaeda Ayman...
Pemimpin Al-Qaeda Ayman Al-Zawahiri. Foto/times of india
A A A
ISLAMABAD - Desas-desus tentang kematian pemimpin Al-Qaeda Ayman Al-Zawahiri dibatalkan pekan ini ketika kelompok teroris terkenal itu menerbitkan rekaman "Jenderal Emir" mereka membacakan puisi yang memuji seorang mahasiswa Muslim di India karena menolak melepas burqanya.

Rekaman baru dari teroris terkenal yang pertama kali terlihat sejak November 2021 mengkonfirmasi bahwa Zawahiri tidak mati karena sebab alami, seperti yang dituduhkan baru-baru ini.

Dalam satu video yang berdurasi sekitar sembilan menit, Zawahiri mendesak Muslim India menanggapi apa yang dia sebut sebagai “penindasan” anti-Islam.

Baca juga: AS Peringatkan Terobosan Nuklir China Ubah Keseimbangan Keamanan Global

Dia pun mengutuk pemerintah India, serta pemerintah negara tetangga Pakistan dan Bangladesh, yang dia tuduh sebagai “sekutu Barat."

Baca juga: Kekuatan Senjata Nuklir China Diprediksi Segera Samai AS dan Rusia

Ketegangan atas pemakaian cadar dan jilbab telah memanas selama beberapa bulan di negara bagian Karnataka, India barat daya, menyusul larangan jilbab pada Januari di ruang kelas di sekolah umum di distrik Udupi.

Baca juga: Kekuatan Militer China Bikin Ketar-ketir, AUKUS Bakal Kembangkan Rudal Hipersonik

Larangan tersebut memicu protes oleh mahasiswa Muslim dan kontra-protes oleh pemuda Hindu.

Pengadilan tinggi negara bagian telah menegakkan larangan untuk saat ini, sampai keputusan akhir dapat dicapai.

Kampanye baru Al-Qaeda untuk lebih mendorong perpecahan antara populasi Hindu dan Muslim di India muncul di tengah kemungkinan langkah Pakistan dan India mengatasi perpecahan bersejarah mereka, yang berawal dari pembagian India oleh Inggris pada 1947.

Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan telah berulang kali memuji "kebijakan luar negeri independen" India dalam beberapa pekan terakhir karena kedua negara telah menolak upaya Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Eropa untuk ditarik ke dalam konfrontasi ekonomi dengan Rusia.

"Kebijakan luar negeri saya akan independen juga,” ungkap Khan kepada warga Pakistan selama pidato yang dilihat secara luas pada Kamis.

“Kebijakan luar negeri yang independen adalah kebijakan yang dimaksudkan untuk rakyat Pakistan… Itu tidak berarti kita akan anti-Amerika, anti-India atau anti-Eropa,” tegas dia.

Khan memerintahkan pemilu baru untuk parlemen Pakistan akhir pekan ini menyusul langkah oposisi membuatnya tunduk pada mosi tidak percaya.

Pemungutan suara mosi itu oleh Khan dianggap sebagai upaya AS mengatur dan mempengaruhi politik Pakistan.

Dia menganggap hal itu bagian dari “konspirasi asing” menggulingkan pemerintahannya. Departemen Luar Negeri AS telah membantah tuduhan tersebut.

Hubungan antara CIA dan Pendiri Alqaeda Osama Bin Laden, pendahulu Al-Zawahiri, terjalin bertahun-tahun sebelum pembentukan Al Qaeda.

Di bawah "Operasi Topan," miliaran dolar senjata, termasuk ribuan rudal permukaan-ke-udara Stinger, dikirim ke "pejuang kebebasan" pasukan mujahidin pimpinan Osama Bin Laden untuk berperang melawan pemerintah sosialis sekuler Afghanistan yang didukung pasukan Soviet.

Masih belum ada bukti yang menunjukkan bahwa, dalam bentuknya yang sekarang, Al-Qaeda ada sebagai pelengkap badan intelijen Barat.

Waktu dan target rilis video terbaru kelompok teroris itu menimbulkan pertanyaan baru tentang apa target mereka selanjutnya.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Kemendagri dan DPR Sinergi...
Kemendagri dan DPR Sinergi Pemberdayaan Ormas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat NTB
Orchestra Experience...
Orchestra Experience Hadirkan Konser Mahakarya Klasik dan Lagu Hits Dunia dalam Nuansa Cahaya Lilin
Lima Korban SPPI dan...
Lima Korban SPPI dan Momentum Membenahi Program Bela Negara bagi Sipil
Berita Terkini
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Infografis
Fenomena Ikan yang Hidup...
Fenomena Ikan yang Hidup di Laut Dalam Bermunculan ke Permukaan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved