Kekuatan Senjata Nuklir China Diprediksi Segera Samai AS dan Rusia

Rabu, 06 April 2022 - 09:01 WIB
loading...
Kekuatan Senjata Nuklir...
Kendaraan militer membawa rudal balistik antarbenua DF-5B melintasi Lapangan Tiananmen saat parade di Beijing, China, 1 Oktober 2019. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Pertumbuhan kekuatan nuklir China akan menghasilkan dunia nuklir tiga pihak dalam jangka waktu beberapa tahun.

Peringatan itu diungkapkan Sekretaris Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) Frank Kendall saat Simposium Luar Angkasa.

“Kekhawatiran terbesar saya pikir ada dua. … Salah satunya adalah ancaman penggunaan senjata nuklir taktis oleh Rusia. Yang lainnya adalah pengungkapan ekspansi kekuatan nuklir China yang akan menempatkan China pada tingkat yang kira-kira setara dalam beberapa tahun ke Amerika Serikat dan Rusia,” ungkap Kendall pada Selasa (5/4/2022), dilansir Sputnik.

Baca juga: AS Peringatkan Terobosan Nuklir China Ubah Keseimbangan Keamanan Global

“Itu akan membawa kita ke dunia nuklir tiga pihak atau tiga pihak dengan kekuatan besar yang belum pernah kita miliki sebelumnya dan saya pikir kita baru saja masuk ke dalamnya dan kita baru mulai memikirkan apa artinya itu,” ujar dia.

Baca juga: Kekuatan Militer China Bikin Ketar-ketir, AUKUS Bakal Kembangkan Rudal Hipersonik

Pada Desember, Menteri Pertahanan (Menhan) AS Lloyd Austin menuduh China dengan cepat membangun persenjataan nuklirnya.

Baca juga: Stoltenberg: NATO Akan Menargetkan China

Dia mengklaim Beijing bermaksud meningkatkan jumlah hulu ledak nuklir menjadi 1.000 pada 2030.

Kementerian Luar Negeri China mengatakan pada bulan-bulan berikutnya bahwa pernyataan pemerintah AS tentang China mengenai persenjataan nuklirnya tidak benar.

Kementerian Luar Negeri China menyoroti bahwa Beijing menganut prinsip "tidak menggunakan senjata nuklir pertama kali" dan menjaga senjata nuklirnya pada tingkat minimum yang diperlukan untuk menjaga keamanan nasional.

Kementerian Luar Negeri China menunjukkan bahwa peningkatan yang cepat atau signifikan dalam sejumlah hulu ledak nuklir bertentangan dengan kebijakan Beijing.

Namun, juga dicatat bahwa ini tidak berarti China tidak memodernisasi persenjataannya saat ini, tetapi modernisasi berjalan sesuai dengan kepentingan Beijing dalam memastikan keandalan persenjataannya untuk menjaga keamanan dan pencegahan strategis.

Kendall mengatakan Amerika Serikat sedang mencoba membawa China ke meja negosiasi untuk menyetujui Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru (START baru).

“Amerika Serikat percaya China meningkatkan persenjataan nuklirnya akan menjadikannya salah satu yang terbesar di dunia, dengan pencegahan menjadi lebih sulit,” ungkap dia.

Di bawah perjanjian START Baru, Rusia dan Amerika Serikat merundingkan batas masing-masing 1.550 hulu ledak nuklir ofensif.

Rusia telah mengatakan mereka tidak berniat memaksa China berpartisipasi dalam pembicaraan nuklir dan Beijing harus memutuskan sendiri apakah pembicaraan ini bermanfaat bagi negaranya.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Catat! Biaya Visa Masuk...
Catat! Biaya Visa Masuk Jepang Naik 5 Kali Lipat, Jadi Rp1,7 Juta
Rekomendasi
Tak Ditahan, Roy Suryo...
Tak Ditahan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikenakan Wajib Lapor
Roy Suryo usai Penangguhan...
Roy Suryo usai Penangguhan Penahanan Dikabulkan: Ini Kemenangan Rakyat Indonesia
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Berita Terkini
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved