Pakar China Sebut Pembantaian Bucha Direkayasa
Selasa, 05 April 2022 - 23:12 WIB
loading...
A
A
A
Gambar itu menunjukkan bayangan — yang kemudian diidentifikasi sebagai tubuh manusia — terlihat di jalan pada 19 Maret, lebih dari 10 hari sebelum tentara Rusia meninggalkan daerah itu.
Baca juga: Citra Satelit Patahkan Bantahan Rusia soal Pembantaian Mengerikan Bucha
Pihak berwenang Ukraina mengatakan mereka menemukan mayat ratusan warga sipil yang terbunuh selama akhir pekan setelah tentara Rusia menarik diri dari kota-kota yang pernah mereka duduki, mungkin untuk mengkonsolidasikan tentara mereka untuk didorong ke timur dan selatan Ukraina.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi tampak bersimpati dengan mitranya dari Ukraina, Dmytro Kuleba, atas krisis kemanusiaan di negara itu ketika mereka berbicara melalui telepon pada hari Senin.
Wang mengatakan kepada Kuleba bahwa Beijing hanya ingin melihat perdamaian di Ukraina.
Namun, di wilayah lain pemerintah China, dan di bagian masyarakat yang nasionalis, dukungan untuk Rusia tetap kuat.
Bulan lalu, Wang memuji kemitraan China-Rusia dengan mengatakan "sangat kuat," dan Kementerian Luar Negeri China pekan lalu mengatakan kerja sama antara Beijing dan Moskow "tidak memiliki batas."
Sementara Wang dan Kuleba berbicara, Kedutaan Besar China di Prancis me-retweet postingan Kedutaan Besar Rusia dalam bahasa Prancis tentang pembunuhan Bucha sebagai "perang informasi" oleh Ukraina.
Pada hari Selasa, akun yang sama me-retweet laporan media pemerintah yang mengutip Moskow yang mengatakan Bucha adalah "serangan false flag" yang dilakukan oleh Kiev.
Baca juga: Jepang Kecam Keras Kematian Puluhan Warga Sipil di Dekat Kiev
Baca juga: Citra Satelit Patahkan Bantahan Rusia soal Pembantaian Mengerikan Bucha
Pihak berwenang Ukraina mengatakan mereka menemukan mayat ratusan warga sipil yang terbunuh selama akhir pekan setelah tentara Rusia menarik diri dari kota-kota yang pernah mereka duduki, mungkin untuk mengkonsolidasikan tentara mereka untuk didorong ke timur dan selatan Ukraina.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi tampak bersimpati dengan mitranya dari Ukraina, Dmytro Kuleba, atas krisis kemanusiaan di negara itu ketika mereka berbicara melalui telepon pada hari Senin.
Wang mengatakan kepada Kuleba bahwa Beijing hanya ingin melihat perdamaian di Ukraina.
Namun, di wilayah lain pemerintah China, dan di bagian masyarakat yang nasionalis, dukungan untuk Rusia tetap kuat.
Bulan lalu, Wang memuji kemitraan China-Rusia dengan mengatakan "sangat kuat," dan Kementerian Luar Negeri China pekan lalu mengatakan kerja sama antara Beijing dan Moskow "tidak memiliki batas."
Sementara Wang dan Kuleba berbicara, Kedutaan Besar China di Prancis me-retweet postingan Kedutaan Besar Rusia dalam bahasa Prancis tentang pembunuhan Bucha sebagai "perang informasi" oleh Ukraina.
Pada hari Selasa, akun yang sama me-retweet laporan media pemerintah yang mengutip Moskow yang mengatakan Bucha adalah "serangan false flag" yang dilakukan oleh Kiev.
Baca juga: Jepang Kecam Keras Kematian Puluhan Warga Sipil di Dekat Kiev
(ian)
Lihat Juga :