Relawan AS di Ukraina Blak-blakan Ungkap Kejahatan Perang Kiev

Sabtu, 02 April 2022 - 00:15 WIB
loading...
A A A
Hoeft menjelaskan, dia dan kelompoknya akhirnya memutuskan meninggalkan Ukraina dan menyeberang kembali ke Polandia setelah diberitahu bahwa legiun berencana mengeksekusi mereka dan akan ditandai sebagai korban pertempuran.

Dalam perjalanan pulang, kelompok Hoeft bertemu para pejuang Inggris yang mengatakan para sukarelawan dengan perlengkapan tempur sedang dikirim kembali dari daerah perbatasan setelah paspor mereka disita.

Hoeft memberikan peringatan kepada setiap warga Amerika, termasuk veteran perang dari konflik seperti Irak dan Afghanistan, untuk tetap tinggal di rumah.

Dia mengatakan situasi di Ukraina tidak seperti apa pun yang telah dilihat AS sejak Vietnam, dan mungkin lebih buruk.

“Terakhir kali kami mungkin mengalami sesuatu yang buruk ini adalah Vietnam, tetapi kami bahkan mendapat dukungan udara saat itu. Anda tidak memiliki dukungan udara (di Ukraina), Anda tidak memiliki keunggulan artileri,” papar dia.

Dia menjelaskan, “Anda tahu, Rusia yang memiliki roket, mereka yang memiliki rudal jelajah, mereka yang memiliki jet yang terbang di atas, drone, semua itu. Dan saya hanya berpikir semua orang perlu hati-hati memikirkan setiap skenario yang mungkin.”

Serangan udara Rusia terhadap kamp pelatihan yang menampung sukarelawan dan kesaksian orang-orang seperti Hoeft dan orang Barat lainnya dilaporkan menyebabkan menipisnya jumlah orang asing yang ingin melawan Rusia di Ukraina.

Pekan lalu, Kepala Direktorat Operasi Utama Staf Umum Rusia Sergei Rudskoy mengatakan dalam pengarahan bahwa Rusia telah mengetahui keberadaan 6.595 "tentara bayaran dan teroris" asing dari 62 negara yang beroperasi di Ukraina. Jumlah mereka pun terus berkurang.

Setelah serangan rudal di pangkalan pelatihan Yavoriv pada 13 Maret, Rudskoy memperingatkan aturan perang tidak berlaku untuk para tentara bayaran.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Serangan Rudal Iran...
Serangan Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer di Yordania, Korban Jiwa Tentara AS Bertambah
AS Habiskan Rp671 Triliun...
AS Habiskan Rp671 Triliun untuk Perang Lawan Iran, Minta Tambahan Anggaran Lagi
Rekomendasi
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved