China Adili Jurnalis Australia Atas Tuduhan Spionase

Kamis, 31 Maret 2022 - 14:41 WIB
loading...
China Adili Jurnalis...
China adili jurnalis Australia, Cheng Lei, atas tuduhan mata-mata. Foto/SCMP
A A A
BEIJING - Pengadilan Beijing menggelar persidangan untuk jurnalis Australia dan mantan pembawa acara stasiun televisi, Cheng Li, secara tertutup. Cheng Li diadili dalam kasus diplomatik tingkat tinggi.

Cheng Li dituduh secara ilegal memasok rahasia negara ke luar negeri. Pihak keluarga menyatakan dia tidak bersalah.

Warga negara Australia kelahiran China itu bekerja untuk outlet media pemerintah China, CGTN, sebelum ditahan pada Agustus 2020. Canberra telah berulang kali menyuarakan keprihatinan atas penahanannya dan menyerukan agar "standar dasar keadilan" dipenuhi.



Hanya sedikit yang diketahui tentang sifat pasti dari dugaan pelanggaran yang dilakukan Cheng.

Berbicara kepada wartawan di luar ruang sidang pada Kamis (31/3/2022), duta besar Australia untuk China Graham Fletcher mengatakan dia dan pejabat Australia lainnya telah ditolak masuk ke persidangan. Pengadilan China sering melarang orang luar dari pengadilan yang dianggap sensitif secara politik.

"Ini sangat memprihatinkan, tidak memuaskan, dan disesalkan. Kami tidak dapat mempercayai keabsahan proses yang dilakukan secara rahasia," katanya, seraya menambahkan bahwa Australia akan terus mendukung dengan kuat hak dan kepentingan Cheng Lei, seperti dikutip dari BBC.

Fletcher mengatakan Cheng, yang sebelumnya dilaporkan menderita sakit selama dalam tahanan, sekarang dalam kondisi baik-baik saja. Pengacara Cheng juga mengatakan kepada media Australia bahwa dia dalam keadaan sehat dan bersemangat.

Fletcher menambahkan bahwa Australia telah meminta agar Cheng diizinkan untuk berbicara dengan anak-anaknya.

Baca juga: PM Solomon Geram Perjanjian Keamanan dengan China Diusik Australia Cs

"Mereka tidak pernah berhubungan dengan ibu mereka sejak ditahan," ujarnya.

Sebuah pernyataan keluarga yang dirilis kepada Reuters pada hari Rabu mengatakan anak-anak dan orang tuanya yang telah lanjut usia sangat merindukannya dan berharap bisa bersatu kembali dengannya sesegera mungkin.

Sebelum penahanannya, Cheng telah bekerja di Beijing selama beberapa tahun. Banyak anggota keluarganya, termasuk dua anaknya yang masih kecil, tinggal di Australia.

Pada Agustus 2020, dia tiba-tiba menghilang dari layar televisi dan tidak bisa dihubungi oleh teman atau kerabatnya. Perusahaannya, CGTN - saluran berita berbahasa Inggris milik negara - juga menghapus situs halaman profil dan pekerjaan Cheng dari webnya.

China awalnya mengumumkan dia ditahan dengan alasan keamanan nasional, dan pada Februari tahun lalu pihak berwenang secara resmi menangkap Cheng atas tuduhan mata-mata. Keluarganya mengatakan mereka tidak tahu mengapa dia ditahan.

Baca juga: Ketegangan Meningkat, China Tahan Pembawa Acara TV Asal Australia

Australia mengatakan perwakilannya dapat mengunjunginya sebulan sekali, sejalan dengan perjanjian konsuler bilateral dengan China.

Hubungan antara Australia dan China telah memburuk dalam beberapa tahun terakhir, yang menyebabkan perselisihan diplomatik dan perdagangan.

Para analis mengatakan situasi ini telah mempersulit pihak berwenang Australia untuk bernegosiasi dengan Beijing mengenai pembebasan warga negara mereka.

Beijing telah menangkap atau mengusir sejumlah wartawan dalam beberapa waktu terakhir. Tak lama setelah penangkapan Cheng, dua koresponden media Australia terakhir di China melarikan diri dari negara itu mengikuti saran konsuler.

Warga negara Australia kelahiran China lainnya, penulis Yang Hengjun, juga telah ditahan di China selama tiga tahun. Dia menyangkal tuduhan spionase, dan dikatakan sekarang dalam kesehatan yang buruk.

Baca juga: Australia Anggap Pakta Keamanan Kepulauan Solomon-China Picu Militerisasi Pasifik
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
4 Senjata Andalan China,...
4 Senjata Andalan China, dari Robot Serigala hingga Rudal Hipersonik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved