Mengulas Sejarah Rudal Hipersonik yang Mampu Ratakan Ukraina dalam Sekejap
Rabu, 30 Maret 2022 - 16:59 WIB
loading...
A
A
A
Setelah peluncuran kemudian memisahkan diri dari roket, dengan kecepatan setidaknya Mach 5 menuju sasaran. Sementara untuk rudal jelajah atau cruise missiles hipersonik memiliki tenaga dari mesin berkecepatan tinggi.
Baca: Tak Terlihat, Detik-detik Rudal Hipersonik Rusia Hantam Gudang Amunisi Ukraina
Sejarah Pengembangan
Terkait pengembangan senjata super canggih ini dikembangkan oleh beberapa negera, seperti Amerika Serikat, Rusia dan China. Rusia sendiri telah mengejar pengembangan teknologi senjata hipersonik ini sejak 1980-an.
Sedangkan beberapa negara lainnya berlomba-lomba melakukan penelitian terkait senjata tersebut, hingga sampai ada yang sudah mengklaim telah menguji senjata hipersonik itu, meski belum dapat diverifikasi.
Sedangkan Amerika mengaku telah mengajukan anggaran USD3,8 miliar untuk mengembangkan senjata hipersonik pada tahun fiskal 2022 ini. Juga USD246,9 juta untuk penelitian pertahanan hipersonik.
Pejabat-pejabat Amerika mengatakan antara tahun 2016-2021 Beijing telah melakukan “ratusan” uji senjata hipersonik. Sementara Washington hanya melakukan sembilan tes selama periode yang sama.
Baca: Tak Terlihat, Detik-detik Rudal Hipersonik Rusia Hantam Gudang Amunisi Ukraina
Sejarah Pengembangan
Terkait pengembangan senjata super canggih ini dikembangkan oleh beberapa negera, seperti Amerika Serikat, Rusia dan China. Rusia sendiri telah mengejar pengembangan teknologi senjata hipersonik ini sejak 1980-an.
Sedangkan beberapa negara lainnya berlomba-lomba melakukan penelitian terkait senjata tersebut, hingga sampai ada yang sudah mengklaim telah menguji senjata hipersonik itu, meski belum dapat diverifikasi.
Sedangkan Amerika mengaku telah mengajukan anggaran USD3,8 miliar untuk mengembangkan senjata hipersonik pada tahun fiskal 2022 ini. Juga USD246,9 juta untuk penelitian pertahanan hipersonik.
Pejabat-pejabat Amerika mengatakan antara tahun 2016-2021 Beijing telah melakukan “ratusan” uji senjata hipersonik. Sementara Washington hanya melakukan sembilan tes selama periode yang sama.
(esn)
Lihat Juga :