Ukraina Beber Identitas 620 Mata-mata Rusia, Klaim Pukulan bagi Putin
Rabu, 30 Maret 2022 - 02:06 WIB
loading...
A
A
A
Pengungkapan identitas ratusan mata-mata Rusia oleh Ukraina ini sebagai bagian dari perang informasi antara kedua negara yang sudah berkobar selama beberapa minggu terakhir. Sebelumnya, Rusia mengumumkan telah menangkap mata-mata Ukraina yang dikenal sebagai "The Baby" di Moskow.
“Saat mencoba mendapatkan data tentang personel militer yang berpartisipasi dalam operasi khusus Kementerian Pertahanan Federasi Rusia di Ukraina, tersangka ditahan di kota Moskow,” kata FSB dalam siaran pers.
Penangkapan agen spionse Kyiv tersebut menandai penahanan resmi pertama dari mata-mata Ukraina sejak awal invasi Moskow.
Mantan agen FSB Jack Barsky menggambarkan peran agen modern, dengan mengatakan; "Perang adalah persis untuk apa ilegal diciptakan".
“Mereka diciptakan tidak hanya untuk (melakukan) penetrasi institusi dan organisasi pemerintah, tetapi juga untuk berjaga-jaga jika korps diplomatik diusir,” katanya.
Pada tahun 2021, seorang mantan kepala MI6 memperingatkan bahwa hanya sebagian kecil dari operasi Rusia di Eropa yang telah diekspos oleh intelijen Barat.
“Kami melihat sejauh mana aktivitas intelijen agresif Rusia di seluruh Eropa,” kata Sir John Sawers, yang memimpin MI6 dari 2009 hingga 2014, yang dilansir The Telegraph.
“Kami mungkin hanya tahu 10 persen dari apa yang mereka lakukan. Akan ada banyak hal yang dilakukan oleh badan intelijen yang tidak kita sadari.”
“Saat mencoba mendapatkan data tentang personel militer yang berpartisipasi dalam operasi khusus Kementerian Pertahanan Federasi Rusia di Ukraina, tersangka ditahan di kota Moskow,” kata FSB dalam siaran pers.
Penangkapan agen spionse Kyiv tersebut menandai penahanan resmi pertama dari mata-mata Ukraina sejak awal invasi Moskow.
Mantan agen FSB Jack Barsky menggambarkan peran agen modern, dengan mengatakan; "Perang adalah persis untuk apa ilegal diciptakan".
“Mereka diciptakan tidak hanya untuk (melakukan) penetrasi institusi dan organisasi pemerintah, tetapi juga untuk berjaga-jaga jika korps diplomatik diusir,” katanya.
Pada tahun 2021, seorang mantan kepala MI6 memperingatkan bahwa hanya sebagian kecil dari operasi Rusia di Eropa yang telah diekspos oleh intelijen Barat.
“Kami melihat sejauh mana aktivitas intelijen agresif Rusia di seluruh Eropa,” kata Sir John Sawers, yang memimpin MI6 dari 2009 hingga 2014, yang dilansir The Telegraph.
“Kami mungkin hanya tahu 10 persen dari apa yang mereka lakukan. Akan ada banyak hal yang dilakukan oleh badan intelijen yang tidak kita sadari.”
Lihat Juga :