Senangnya Warga Singapura Berjalan-jalan Tanpa Masker: Bebas, Merdeka!
Selasa, 29 Maret 2022 - 17:52 WIB
loading...
A
A
A
"Jika saya melihat kerumunan seperti ini, maka saya akan memakai masker saya atau pergi. Tapi jika tidak, saya tidak akan memakainya di luar," kata Wesley, menunjuk kerumunan yang berkumpul di penyeberangan pejalan kaki di dekatnya.
"Seluruh infeksi ini sangat tergantung pada viral load. Jika di luar ruangan, siapa pun yang batuk atau bersin, semuanya menyebar dengan sangat cepat," ujarnya.
"Tetapi jika itu di dalam ruangan, tidak terlalu banyak... Saya tidak berpikir mereka harus melepasnya di dalam ruangan," imbuhnya.
Wesley menambahkan bahwa dia yakin sebagian besar orang masih mengenakan masker di luar ruangan karena kebiasaan dan cepat atau lambat, orang akan menyingkirkannya.
Meski begitu, masih ada warga Singapura yang memilih lebih berhati-hati.
Baca juga: Inggris Hapus Semua Pembatasan COVID-19, Luncurkan Panduan bagi Pelancong WNI
"Kalau masuk ke suatu tempat tetap harus pakai masker. Kalau lupa bawa masker gimana? Dan juga demi keselamatan diri kita sendiri," ujar Kannagii (57) yang meski mengaku senang pembatasan COVID-19 telah dilonggarkan masih mengenakan masker saat meninggalkan rumahnya pagi ini.
Kannagii mengatakan dia akan mempertimbangkan untuk mencopot masker jika situasi COVID-19 membaik atau jika persyaratan masker dicabut untuk area di dalam ruangan juga.
"Jika saya pergi ke taman untuk jalan-jalan, dan saya langsung pulang ke rumah, maka tidak apa-apa untuk pergi tanpa masker. Tetapi jika saya pergi ke pasar atau pusat jajanan, maka saya mungkin juga memakainya," katanya, menambahkan bahwa "tidak masuk akal" melepas maskernya untuk berjalan kaki singkat dari rumahnya ke pasar.
Meskipun dia akan terus mengenakan maskernya di luar untuk saat ini, Kannagii mengatakan pelonggaran pembatasan masih merupakan pertanda baik bahwa situasi COVID-19 membaik.
Sedangkan seorang pensiunan, Mdm Tan (bukan nama sebenarnya), mengatakan ia akan terus memakai masker bahkan jika pembatasan dilonggarkan lebih lanjut.
Baca juga: China Laporkan Kematian Pertama Akibat COVID-19 Tahun Ini
Perempuan berusia 63 tahun itu mengenakan dua masker, yang dapat digunakan kembali di bawah yang sekali pakai, saat beristirahat di bangku di luar Pasar dan Pusat Makanan Chong Boon.
"Seluruh infeksi ini sangat tergantung pada viral load. Jika di luar ruangan, siapa pun yang batuk atau bersin, semuanya menyebar dengan sangat cepat," ujarnya.
"Tetapi jika itu di dalam ruangan, tidak terlalu banyak... Saya tidak berpikir mereka harus melepasnya di dalam ruangan," imbuhnya.
Wesley menambahkan bahwa dia yakin sebagian besar orang masih mengenakan masker di luar ruangan karena kebiasaan dan cepat atau lambat, orang akan menyingkirkannya.
Meski begitu, masih ada warga Singapura yang memilih lebih berhati-hati.
Baca juga: Inggris Hapus Semua Pembatasan COVID-19, Luncurkan Panduan bagi Pelancong WNI
"Kalau masuk ke suatu tempat tetap harus pakai masker. Kalau lupa bawa masker gimana? Dan juga demi keselamatan diri kita sendiri," ujar Kannagii (57) yang meski mengaku senang pembatasan COVID-19 telah dilonggarkan masih mengenakan masker saat meninggalkan rumahnya pagi ini.
Kannagii mengatakan dia akan mempertimbangkan untuk mencopot masker jika situasi COVID-19 membaik atau jika persyaratan masker dicabut untuk area di dalam ruangan juga.
"Jika saya pergi ke taman untuk jalan-jalan, dan saya langsung pulang ke rumah, maka tidak apa-apa untuk pergi tanpa masker. Tetapi jika saya pergi ke pasar atau pusat jajanan, maka saya mungkin juga memakainya," katanya, menambahkan bahwa "tidak masuk akal" melepas maskernya untuk berjalan kaki singkat dari rumahnya ke pasar.
Meskipun dia akan terus mengenakan maskernya di luar untuk saat ini, Kannagii mengatakan pelonggaran pembatasan masih merupakan pertanda baik bahwa situasi COVID-19 membaik.
Sedangkan seorang pensiunan, Mdm Tan (bukan nama sebenarnya), mengatakan ia akan terus memakai masker bahkan jika pembatasan dilonggarkan lebih lanjut.
Baca juga: China Laporkan Kematian Pertama Akibat COVID-19 Tahun Ini
Perempuan berusia 63 tahun itu mengenakan dua masker, yang dapat digunakan kembali di bawah yang sekali pakai, saat beristirahat di bangku di luar Pasar dan Pusat Makanan Chong Boon.
Lihat Juga :