Kekejaman Joseph Stalin, Jutaan Orang Tewas Selama Kekuasaannya

Senin, 28 Maret 2022 - 17:27 WIB
loading...
A A A
Pada akhir 1920-an, Stalin menjadi diktator Uni Soviet. Ia pun meluncurkan rangkaian rencana lima tahun.

Hal ini dimaksudkan untuk mengubah Uni Soviet dari masyarakat petani menjadi negara adidaya industri. Rencana pengembangannya dipusatkan pada kontrol pemerintah terhadap ekonomi, kolektivisasi paksa pertanian Uni Soviet.

Sejak saat itu, pemerintah telah mengambil kendali atas pertanian. Jutaan petani yang menolak untuk bekerja sama dengan Stalin, ditembak hingga diasingkan sebagai hukuman.

Kolektivisasi paksa pertanian juga menyebabkan kelaparan yang meluas di seluruh Uni Soviet yang menewaskan jutaan orang.

Stalin memerintah dengan teror serta cengkeraman totaliter. Ia tak segan melenyapkan siapa pun yang menentangnya.

Stalin juga memperluas kekuasaan polisi rahasia, mendorong warga untuk saling memata-matai. Akibatnya jutaan orang terbunuh atau dikirim ke kamp kerja paksa, Gulag.

Pada 1930, Stalin melembagakan Pembersihan Besar-besaran. Rangkaian kampanye ini dirancang guna menyingkirkan Partai Komunis, militer, dan bagian lain dari masyarakat Uni Soviet yang dianggap sebagai ancaman.

Stalin membentuk “sistem kepercayaan” yang berpusat pada dirinya di Uni Soviet. Kota-kota diubah menggunakan namanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Dominasi Pizza Hut Memudar...
Dominasi Pizza Hut Memudar hingga Dilego Pemilik Rp47,8 Triliun
Rekomendasi
Meksiko vs Korea Selatan:...
Meksiko vs Korea Selatan: Mampukah Taegeuk Warriors Akhiri Kutukan?
Jonathan David Hattrick,...
Jonathan David Hattrick, Kanada Hancurkan Qatar 6-0 di Piala Dunia 2026
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Berita Terkini
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved