Pemberontak Ganggu Bantuan Corona, Duterte Ancam Berlakukan Darurat Militer
Jum'at, 24 April 2020 - 15:13 WIB
loading...
A
A
A
Ini terjadi setelah pihak berwenang melaporkan peningkatan mobil di jalan-jalan Manila, yang telah hampir kosong sejak penguncian besar-besaran diberlakukan sebulan yang lalu pada sekitar setengah dari 110 juta orang di negara itu.
"Saya hanya meminta sedikit disiplin. Jika tidak, jika Anda tidak percaya kepada saya, maka militer dan polisi akan mengambil alih," kata Duterte dalam pidato televisi.
"Militer dan polisi akan menegakkan jarak sosial pada jam malam ... Ini seperti darurat militer. Anda pilih," tambahnya. (Baca: Lockdown Dilanggar, Duterte Ancam Berlakukan Darurat Militer )
Duterte juga sebelumnya telah memperingatkan para pelanggar langkah-langkah penguncian virus dapat ditembak karena menyebabkan masalah. (Baca: Duterte Berlakukan Lockdown COVID-19: Melanggar, Tembak Mati! )
Selasa lalu, Filipina mengumumkan bahwa mereka telah memulai program pengujian yang lebih agresif dengan menargetkan orang yang bekerja di atau dirawat di rumah sakit Manila yang merawat pasien COVID-19.
"Saya hanya meminta sedikit disiplin. Jika tidak, jika Anda tidak percaya kepada saya, maka militer dan polisi akan mengambil alih," kata Duterte dalam pidato televisi.
"Militer dan polisi akan menegakkan jarak sosial pada jam malam ... Ini seperti darurat militer. Anda pilih," tambahnya. (Baca: Lockdown Dilanggar, Duterte Ancam Berlakukan Darurat Militer )
Duterte juga sebelumnya telah memperingatkan para pelanggar langkah-langkah penguncian virus dapat ditembak karena menyebabkan masalah. (Baca: Duterte Berlakukan Lockdown COVID-19: Melanggar, Tembak Mati! )
Selasa lalu, Filipina mengumumkan bahwa mereka telah memulai program pengujian yang lebih agresif dengan menargetkan orang yang bekerja di atau dirawat di rumah sakit Manila yang merawat pasien COVID-19.
(ber)
Lihat Juga :