alexametrics

Pemberontak Ganggu Bantuan Corona, Duterte Ancam Berlakukan Darurat Militer

loading...
Pemberontak Ganggu Bantuan Corona, Duterte Ancam Berlakukan Darurat Militer
Presiden Filipine Rodrigo Duterte. Foto/Business Insider
A+ A-
MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam akan memberlakukan darurat militer jika pemberontak komunis mengganggu aliran barang bantuan bagi warga yang terkena dampak lockdown. Ia pun meminta pasukan Filipina untuk selalu siap.

"Saya sekarang memperingatkan semua orang, saya memberi tahu angkatan bersenjata dan polisi. Saya mungkin mendeklarasikan darurat militer dan tidak akan ada jalan untuk kembali," katanya di awal pertemuan tentang perpanjangan langkah-langkah menahan penyebaran virus Corona, yang ditayangkan di televisi seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat (24/4/2020).

Duterte telah lama berselisih dengan Tentara Rakyat Baru, yang diperparah dengan kegagalan berulang-ulang dalam proses perdamaian yang ia luncurkan pada awal kepresidenannya.



Pada Kamis kemarin Filipina melaporkan 16 kematian akibat virus Corona baru dan 271 infeksi yang dikonfirmasi, menjadikan total secara nasional 466 kematian dan 6.981 infeksi virus Corona.

Pekan lalu, Duterte telah mengancam akan melakukan tindakan darurat militer untuk menghentikan orang-orang melanggar lockdown di ibukota negara tersebut.

Ini terjadi setelah pihak berwenang melaporkan peningkatan mobil di jalan-jalan Manila, yang telah hampir kosong sejak penguncian besar-besaran diberlakukan sebulan yang lalu pada sekitar setengah dari 110 juta orang di negara itu.

"Saya hanya meminta sedikit disiplin. Jika tidak, jika Anda tidak percaya kepada saya, maka militer dan polisi akan mengambil alih," kata Duterte dalam pidato televisi.

"Militer dan polisi akan menegakkan jarak sosial pada jam malam ... Ini seperti darurat militer. Anda pilih," tambahnya. (Baca: Lockdown Dilanggar, Duterte Ancam Berlakukan Darurat Militer)

Duterte juga sebelumnya telah memperingatkan para pelanggar langkah-langkah penguncian virus dapat ditembak karena menyebabkan masalah. (Baca: Duterte Berlakukan Lockdown COVID-19: Melanggar, Tembak Mati!)

Selasa lalu, Filipina mengumumkan bahwa mereka telah memulai program pengujian yang lebih agresif dengan menargetkan orang yang bekerja di atau dirawat di rumah sakit Manila yang merawat pasien COVID-19.
(ber)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak