Vasily Blokhin, Algojo Rusia Paling Kejam Sepanjang Sejarah

Senin, 28 Maret 2022 - 15:29 WIB
loading...
Vasily Blokhin, Algojo...
Vasily Blokhin disebut sebagai algojo Uni Soviet terkejam di masanya. Foto/Andrzej Wajda/Akson Studio 2007
A A A
MOSKOW - Pembantaian Katyn merupakan salah satu tragedi paling besar yang pernah terjadi di dunia. Peristiwa kelam itu berlangsung pada 5 Maret 1940 dan menewaskan 20 ribu warga Polandia.

Melansir Britannica, eksekusi yang dilakukan kubu Uni Soviet terhadap tentara Polandia itu langsung memutus hubungan diplomatik antara kedua negara.

Pembantaian ini diawali dengan didudukinya Polandia bagian barat oleh Jerman pada 1939. Setelahnya, pasukan Soviet menguasai Polandia bagian timur.

Baca juga: Australia Anggap Pakta Keamanan Kepulauan Solomon-China Picu Militerisasi Pasifik

Akibat invasi ini, personel tentara Polandia banyak yang jatuh ke tangan Soviet dan ditahan di kamp penjara.

Baca juga: Ukraina Serukan Georgia Buka Front Kedua Serang Rusia

Ada satu tokoh yang sangat terkenal dan diketahui sebagai aktor penting di balik peristiwa itu. Ia adalah Vasily Blokhin.

Baca juga: Bomber B-1B AS, Pesawat yang Dibangun untuk Mengebom Nuklir Rusia

Melansir artikel bertajuk “The Katyn Massacre”, Blokhin dijuluki sebagai eksekutor atau algojo paling ganas pada masanya.

Ia telah melakukan pembunuhan terhadap 7 ribu tahanan dengan tangannya sendiri. Blokhin lahir pada 7 Januari 1895 dan merupakan algojo kebanggaan Joseph Stalin.

Karier Blokhin dimulai ketika ia bergabung dengan kepolisian pertama Soviet, Cheka, tahun 1921. Semua pihak sudah mengetahui bahwa Cheka terkenal kejam.

Setelah bubar, Cheka digantikan oleh Komisariat Rakyat untuk Urusan Dalam Negeri (NKVD) yang tak kalah kejam.

Blokhin diangkat menjadi kepala eksekusi elite NKVD bernama Kommandatura dan bermarkas di Moskow.

Stalin memerintahkan Blokhin memantau eksekusi di Lubyanka, termasuk pembantaian Katyn yang menelan 22 ribu korban.

Dalam tragedi itu, Blokhin dan pasukannya menembaki prajurit Polandia secara membabi buta dari sore hingga pagi hari.

Melansir laman History of Yesterday, Blokhin mampu bekerja 10 jam dalam sehari dan membunuh tahanan setiap 3 menit sekali.

Saking banyaknya orang yang dieksekusi, tubuh Blokhin beserta para prajuritnya memiliki bau darah dan busuk.

Disebutkan, anjing-anjing di pedesaan saja bahkan enggan untuk mendekat. Mereka tidak bisa menghilangkan bau darah dari tubuh serta senjata apinya.

Blokhin mengeksekusi tahanan dengan menembakkan timah panas ke tubuh tahanan. Agen NKVD membawa tahanan itu ke kamar eksekusi. Kedua tangan tahanan akan diikat di belakang punggung dan ia dipaksa untuk berlutut.

Tak lama, Blokhin datang dan menembak tahanan itu dengan pistol German Walther model 2 kebanggaannya.

Jasad korban langsung dibawa ke luar kamar eksekusi dan dimakamkan di kuburan massal yang sudah disiapkan.

Karier Blokhin mulai tumbang saat Stalin wafat pada tahun 1953. Hilangnya pamor dan pangkat yang sudah melekat pada dirinya, membuat Blokhin tertekan hingga melampiaskannya dengan minum akohol.

Ia pun berubah menjadi seseorang yang sangat tergantung dengan alkohol. Kurang lebih 2 tahun setelahnya, Blokhin memutuskan bunuh diri di usianya yang ke-60 tahun.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Sosok Elon Musk, Triliuner...
Sosok Elon Musk, Triliuner Pertama di Dunia Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
Gugatan CLS terkait...
Gugatan CLS terkait Ijazah Wapres Gibran Lanjut ke Pemeriksaan Pokok Perkara
Terpaksa Menikah demi...
Terpaksa Menikah demi Keluarga, Simak Sinopsis When Rain Meets Summer di V+Short
Berita Terkini
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved