Taliban Larang Perempuan Lakukan Perjalanan dengan Pesawat Sendirian
Minggu, 27 Maret 2022 - 13:34 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Tatanan Global Dibangun Ulang, China dan Rusia Rangkul Taliban
"Mereka mencoba menyelesaikannya," kata pejabat itu.
Masih belum jelas apakah Taliban akan mengecualikan perjalanan udara dari perintah yang dikeluarkan beberapa bulan lalu yang mengharuskan perempuan bepergian lebih dari 72 kilometer untuk ditemani oleh kerabat laki-laki.
Kebijakan terbaru terhadap hak-hak perempuan di Afghanistan yang dikelola Taliban ini terjadi hanya beberapa hari setelah pemerintah Taliban melanggar janjinya untuk mengizinkan anak perempuan kembali ke sekolah setelah kelas enam.
Langkah itu membuat marah komunitas internasional, yang enggan mengakui pemerintah yang dijalankan Taliban sejak kelompok itu berkuasa Agustus lalu, khawatir mereka akan kembali ke aturan yang keras mereka terapkan pada periode 1990-an.
Baca juga: AS Serukan Taliban Buka Kembali Sekolah Perempuan di Afghanistan
Penolakan Taliban untuk membuka pendidikan bagi semua anak Afghanistan juga membuat marah sebagian besar penduduk Afghanistan. Pada hari Sabtu, puluhan gadis berdemonstrasi di Ibu Kota Afghanistan menuntut hak untuk pergi ke sekolah.
Setelah larangan Taliban pada pendidikan anak perempuan di luar kelas enam, aktivis hak-hak perempuan Mahbouba Seraj pergi ke TV TOLO Afghanistan untuk bertanya: "Bagaimana kami sebagai bangsa mempercayai Anda dengan kata-kata Anda lagi? Apa yang harus kami lakukan untuk menyenangkan Anda? Haruskah kita semua mati?"
"Mereka mencoba menyelesaikannya," kata pejabat itu.
Masih belum jelas apakah Taliban akan mengecualikan perjalanan udara dari perintah yang dikeluarkan beberapa bulan lalu yang mengharuskan perempuan bepergian lebih dari 72 kilometer untuk ditemani oleh kerabat laki-laki.
Kebijakan terbaru terhadap hak-hak perempuan di Afghanistan yang dikelola Taliban ini terjadi hanya beberapa hari setelah pemerintah Taliban melanggar janjinya untuk mengizinkan anak perempuan kembali ke sekolah setelah kelas enam.
Langkah itu membuat marah komunitas internasional, yang enggan mengakui pemerintah yang dijalankan Taliban sejak kelompok itu berkuasa Agustus lalu, khawatir mereka akan kembali ke aturan yang keras mereka terapkan pada periode 1990-an.
Baca juga: AS Serukan Taliban Buka Kembali Sekolah Perempuan di Afghanistan
Penolakan Taliban untuk membuka pendidikan bagi semua anak Afghanistan juga membuat marah sebagian besar penduduk Afghanistan. Pada hari Sabtu, puluhan gadis berdemonstrasi di Ibu Kota Afghanistan menuntut hak untuk pergi ke sekolah.
Setelah larangan Taliban pada pendidikan anak perempuan di luar kelas enam, aktivis hak-hak perempuan Mahbouba Seraj pergi ke TV TOLO Afghanistan untuk bertanya: "Bagaimana kami sebagai bangsa mempercayai Anda dengan kata-kata Anda lagi? Apa yang harus kami lakukan untuk menyenangkan Anda? Haruskah kita semua mati?"
Lihat Juga :