AS Serukan Taliban Buka Kembali Sekolah Perempuan di Afghanistan
Jum'at, 25 Maret 2022 - 12:43 WIB
loading...
AS Serukan Taliban Buka Kembali Sekolah Perempuan di Afghanistan. FOTO/Reuters
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat lainnya pada Kamis (24/3/2022) mengutuk keputusan Taliban untuk menutup sekolah menengah perempuan di Afghanistan , hanya beberapa jam setelah dibuka kembali dan mendesak rezim garis keras itu untuk membalikkan arah kebijakan.
Pernyataan bersama dari Menteri Luar Negeri Inggris, Kanada, Prancis, Italia, Norwegia dan AS, ditambah perwakilan tinggi Uni Eropa, mengatakan bahwa keputusan Taliban akan membahayakan prospek legitimasi kelompok itu dan "ambisi Afghanistan" menjadi anggota yang dihormati dalam masyarakat internasional.
Baca: Taliban Ingkar Janji, Tak Semua Kelas untuk Anak Perempuan Dibuka
"Tindakan Taliban bertentangan dengan jaminan publik kepada rakyat Afghanistan dan masyarakat internasional," kata negara-negara Barat dalam pernyataan mereka, seperti dikutip dari AFP.
Mereka meminta Taliban, yang merebut kekuasaan pada Agustus lalu ketika pasukan AS menarik diri dari negara itu, untuk "segera membatalkan keputusan ini, yang akan memiliki konsekuensi jauh melampaui kerugiannya bagi gadis-gadis Afghanistan".
Pernyataan bersama dari Menteri Luar Negeri Inggris, Kanada, Prancis, Italia, Norwegia dan AS, ditambah perwakilan tinggi Uni Eropa, mengatakan bahwa keputusan Taliban akan membahayakan prospek legitimasi kelompok itu dan "ambisi Afghanistan" menjadi anggota yang dihormati dalam masyarakat internasional.
Baca: Taliban Ingkar Janji, Tak Semua Kelas untuk Anak Perempuan Dibuka
"Tindakan Taliban bertentangan dengan jaminan publik kepada rakyat Afghanistan dan masyarakat internasional," kata negara-negara Barat dalam pernyataan mereka, seperti dikutip dari AFP.
Mereka meminta Taliban, yang merebut kekuasaan pada Agustus lalu ketika pasukan AS menarik diri dari negara itu, untuk "segera membatalkan keputusan ini, yang akan memiliki konsekuensi jauh melampaui kerugiannya bagi gadis-gadis Afghanistan".
Lihat Juga :