Tatanan Global Dibangun Ulang, China dan Rusia Rangkul Taliban

Sabtu, 26 Maret 2022 - 00:01 WIB
loading...
Tatanan Global Dibangun...
Menlu China Wang Yi (kanan) bertemu Deputi Perdana Menteri Mullah Abdul Ghani Baradar di Kabul, Afghanistan, pada 24 Maret 2022. Foto/Chinese Foreign Ministry
A A A
KABUL - Negara-negara seperti China dan Rusia memperdalam hubungan komersial mereka dengan Taliban meskipun ada keraguan tentang kebijakan kelompok Islam tersebut.

Penilaian itu diungkapkan analis urusan strategis India dan mantan perwira Angkatan Darat Pravin Sawhney, berbicara pada Sputnik, Jumat (25/3/2022).

Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengunjungi Kabul pada Kamis dan bertemu dengan para pemimpin Taliban.

Baca juga: Jelang Bertemu Biden, Pesawat Presiden Polandia Mendarat Darurat di Warsawa

Pada hari yang sama, Perwakilan Khusus Rusia untuk Afghanistan, Zamir Kabulov, juga mengadakan pertemuan dengan pimpinan Taliban dan juga mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai.

Baca juga: Masih Butuh Gas Moskow, Erdogan Tolak Jatuhkan Sanksi ke Rusia

“Kami sekarang memiliki situasi di mana dua kekuatan besar berada di pihak yang sama, dan negara-negara barat yang dipimpin oleh AS sangat berbeda,” ujar Pravin Sawhney.

Baca juga: Terungkap, Ukraina Minta 1.000 Rudal AS Per Hari untuk Lawan Rusia

AS dan sekutu Baratnya telah menyatakan membangun hubungan diplomatik dan perdagangan yang normal dengan Taliban bergantung pada kemampuan kelompok itu memenuhi komitmennya, termasuk membentuk kabinet inklusif, menghormati perempuan dan hak asasi manusia (HAM).

Rusia, China dan Pakistan telah mendukung seruan keterlibatan yang lebih besar antara Taliban dan komunitas global.

Meskipun Rusia dan China berjuang untuk keterlibatan ekonomi yang lebih dalam dengan Kabul, kedua pemerintah belum secara resmi mengakui klaim kelompok itu atas kepemimpinan Afghanistan.

Taliban belum diakui oleh pemerintah asing mana pun di dunia.

“Baik Rusia maupun China tidak ingin Taliban gagal dengan cara apa pun,” ungkap pakar tersebut, dengan memperhitungkan Pakistan akan memainkan “peran penting” dalam memandu kebijakan China dan Rusia terhadap Taliban.

Secara signifikan, penolakan Taliban baru-baru ini untuk membuka sekolah bagi anak perempuan terlepas dari janji sebelumnya.

Tindakan Taliban itu didukung Islamabad, dengan Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan membela "kebiasaan suku" dan mengatakan, "Gagasan tentang hak asasi manusia dan hak-hak perempuan berbeda di setiap masyarakat."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Diduga Drone Laut Ukraina...
Diduga Drone Laut Ukraina Meledak di Pelabuhan Rumania
Anak-Anak Muda India...
Anak-Anak Muda India Muak dengan Pemerintah, Bentuk "Partai Kecoak"
Rekomendasi
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
Berita Terkini
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
Infografis
China Dilanda Gelombang...
China Dilanda Gelombang PHK dan Gejolak Sosial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved