NATO Tuding China Dukung Rusia dengan Cara Ini

Kamis, 24 Maret 2022 - 05:27 WIB
loading...
NATO Tuding China Dukung...
Sekjen NATO Jens Stoltenberg. Foto/Russia Today
A A A
BRUSSELS - Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Jens Stoltenberg mengatakan bahwa China telah memberikan dukungannya kepada Rusia dengan menyebarkan kebohongan dan informasi yang salah tentang konflik di Ukraina .

Stoltenberg mengatakan bahwa NATO akan meminta China untuk melawan Rusia tetapi Beijing tidak mungkin mendengarkan.

"Beijing telah bergabung dengan Moskow dalam mempertanyakan hak negara-negara merdeka untuk memilih jalan mereka sendiri," kata Stoltenberg pada konferensi pers jelang KTT NATO di Brussels.



"China telah memberi Rusia dukungan politik, termasuk dengan menyebarkan kebohongan terang-terangan dan informasi yang salah," lanjut Stoltenberg seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (24/3/2022).

Stoltenberg mengatakan bahwa para pemimpin NATO akan mengatasi peran China selama KTT yang akan dihelat pada hari ini waktu setempat, dan akan meminta negara adidaya Asia itu untuk memenuhi tanggung jawabnya sebagai anggota Dewan Keamanan PBB dan menahan diri dari mendukung upaya perang Rusia serta bergabung dengan seluruh dunia dalam menyerukan diakhirinya perang ini dengan segera dan damai.

Tidak jelas contoh kebohongan dan kesalahan informasi yang dimaksud Stoltenberg, meskipun China telah bergabung dengan Rusia dalam mengutuk aktivitas laboratorium biologi yang didanai Amerika Serikat (AS) di Ukraina.

Baca juga: Hampir Sebulan Invasi Rusia, NATO Lipatgandakan Pasukan di Eropa Timur

Para pejabat AS telah membantah klaim bahwa laboratorium penelitian Ukraina sedang mengerjakan senjata biologis, bertentangan dengan dokumen yang diterbitkan oleh Rusia. Namun, pejabat Amerika mengkonfirmasi keberadaan laboratorium.

Beijing telah menolak untuk memberikan sanksi kepada Rusia atas tindakannya di Ukraina. Pemerintah China telah secara terbuka menegaskan hak Ukraina atas integritas teritorial, tetapi telah menyoroti ekspansi NATO yang berkelanjutan ke Eropa Timur sebagai faktor kunci di balik konflik saat ini.

Para diplomat China telah menyerukan penyelesaian yang dinegosiasikan untuk perang, tetapi tidak mungkin untuk bergabung dengan NATO dalam mengutuk Rusia secara langsung.

Beijing telah menolak tuntutan serupa oleh Stoltenberg pekan lalu, mengutip pemboman NATO atas kedutaan besar China di Beograd, Serbia pada tahun 1999 sebagai salah satu alasan tidak akan mendengarkan "kuliah tentang keadilan dari pelaku hukum internasional."

Baca juga: Diminta NATO Tidak Dukung Rusia, China Beri Jawaban Menohok

Wakil Menteri Luar Negeri China Le Yucheng pekan lalu menyatakan bahwa NATO dapat menghindari perang di Ukraina dengan menempuh jalan yang berbeda setelah jatuhnya Uni Soviet.

“Komitmen sederhana untuk tidak melakukan ekspansi ke timur dapat dengan mudah mengakhiri krisis dan menghentikan penderitaan,” katanya, mengulangi argumen yang dibuat berulang kali oleh Moskow dalam beberapa tahun terakhir.

China, India, Pakistan, Afrika Selatan, dan 30 negara lainnya memilih abstain dari resolusi Majelis Umum PBB awal bulan ini yang mengutuk serangan Rusia di Ukraina. Sejak memilih netralitas, beberapa negara ini mendapat tekanan dari AS untuk membalikkan keputusan mereka dan mendukung Barat.

Baca juga: Picu Destabilisasi, China Salahkan NATO Atas Perang Rusia-Ukraina
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Iran Gempur Pangkalan...
Iran Gempur Pangkalan AS di Yordania, Klaim Hancurkan Banyak Jet Tempur 
Rekomendasi
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved