78 Pesawat Rusia Disita Berbagai Negara, Termasuk di Armenia dan Turki

Rabu, 23 Maret 2022 - 09:12 WIB
loading...
78 Pesawat Rusia Disita...
Pesawat Airbus A320-200 milik maskapai Rusia, Aeroflot, lepas landas di Colomiers, Bandara Toulouse-Blagnac, Prancis pada 26 September 2017. Foto/REUTERS/Regis Duvignau
A A A
MOSKOW - Menteri Transportasi Rusia Vitaly Savelyev mengumumkan negara itu telah kehilangan 78 pesawat jet karena sanksi Barat atas konflik di Ukraina.

Dia juga melaporkan hampir 800 pesawat dari 1.300 armada udaranya kini telah terdaftar di dalam yurisdiksi negara.

Pesawat-pesawat itu disita bahkan di beberapa negara yang dianggap Moskow bersahabat yaitu Armenia, Azerbaijan, dan Turki.

Baca juga: AS Kirim Rudal Patriot dalam Jumlah Besar ke Arab Saudi, Bujuk Soal Minyak?

Pihak berwenang Rusia telah mencoba menegosiasikan pembelian pesawat yang ditahan tetapi tidak berhasil. Para pemiliknya telah menuntut pengembalian aset.

Baca juga: Gawat, AS Bahas Kemungkinan Penggunaan Senjata Nuklir dalam Krisis Ukraina

“Hampir 800 pesawat telah dipindahkan (ke register penerbangan Rusia). Kami akan mengamankan mereka melalui perusahaan asuransi Rusia. 78 pesawat telah hilang,” papar menteri Rusia di tengah pertemuan Komite Kebijakan Ekonomi Dewan Federasi pada Selasa (22/3/2022), dilansir RT.com.

Baca juga: Rusia Beri Jawaban Tegas pada Gagasan Referendum Zelensky

“Kami mencari cara hukum untuk bernegosiasi dengan para lessor dan menyelesaikan masalah ini, tetapi sejauh ini kami belum berhasil. Mereka tidak ingin menegosiasikan kompensasi untuk pembayaran mereka atau penebusan properti mereka oleh maskapai Rusia,” urai Savelyev.

Sebelumnya, pada 12 Maret, Otoritas Penerbangan Sipil Bermuda, yang sebelumnya mendaftarkan sebagian besar pesawat Rusia, mengeluarkan pernyataan yang memberitahukan bahwa karena sanksi internasional terhadap penerbangan Rusia, Bermuda Aircraft Registry sekarang tidak dapat dengan yakin menyetujui pesawat Rusia sebagai laik terbang.

“Sanksi internasional pada sektor penerbangan memiliki dampak signifikan pada kemampuan mempertahankan pengawasan keselamatan pada pesawat yang dioperasikan Rusia. Oleh karena itu, BCAA telah menangguhkan sementara semua Sertifikat Kelaikan Udara dari pesawat-pesawat tersebut,” ungkap pernyataan tersebut.

Pada 14 Maret, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani undang-undang yang membuat amandemen Kode Udara Federasi Rusia.

RUU tersebut, yang diperkenalkan pemerintah dan ditujukan untuk mendukung industri transportasi Rusia dalam menghadapi sanksi eksternal, memungkinkan perusahaan penerbangan Rusia mendaftarkan jet asing sewaan mereka di dalam negeri.

RUU itu juga memberi mereka kesempatan menerima sertifikat kelaikan udara domestik.

Namun, setidaknya satu maskapai penerbangan Rusia, Red Wings, telah berjanji mengembalikan kedelapan pesawat Airbus yang disewa kepada pemiliknya.

Para ahli berspekulasi keputusan perusahaan berkaitan dengan ketakutan bahwa jetnya sendiri di luar negeri mungkin ditangkap.

Red Wings sangat bergantung pada penawaran Sukhoi Superjet 100 domestik Rusia.

Putaran sanksi baru terhadap Rusia mengikuti keputusan Kremlin melancarkan serangan ke Ukraina. Operasi dimulai pada 24 Februari.

Segera setelah itu, Amerika Serikat, Kanada, dan semua negara Uni Eropa menutup wilayah udara mereka untuk jet Rusia.

Moskow telah menanggapi secara timbal balik. Sebagai bagian dari sanksi anti-Rusia, Boeing dan Airbus telah menangguhkan pemeliharaan semua pesawat yang disewa oleh operator Rusia.

Menurut pihak berwenang Rusia, satu-satunya tujuan pembatasan adalah menyakiti rakyat Rusia.

Presiden Putin menggambarkan sanksi anti-Rusia sebagai "agresi total yang tidak terselubung" dan "perang yang dilakukan dengan cara ekonomi, politik, dan informasi."

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Koalisi Masyarakat Sipil...
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Hentikan Latsarmil KDMP setelah 5 Peserta Meninggal
Berita Terkini
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved