Jika Terancam, Rusia Akan Gunakan Senjata Nuklir
Rabu, 23 Maret 2022 - 04:43 WIB
loading...
A
A
A
Pernyataan Peskov muncul tak lama setelah Rusia mengklaim telah menggunakan rudal hipersonik untuk pertama kalinya dalam pertempuran melawan pasukan Ukraina. Meskipun tidak dapat dikonfirmasi secara independen, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov mengatakan rudal hipersonik Kinzhal telah digunakan, sebuah langkah yang dapat menandakan eskalasi dalam konflik.
“Sistem rudal penerbangan Kinzhal dengan rudal aeroballistik hipersonik menghancurkan gudang besar rudal dan amunisi penerbangan pasukan Ukraina di desa Delyatyn, wilayah Ivano-Frankivsk,” kata Konashenkov, menurut kantor berita milik negara Rusia, RIA.
Baca juga: Kapal Induk AS Siaga di Mediterania, Tunggu Perintah Zona Larangan Terbang Ukraina
Sementara potensi penggunaan rudal hipersonik dan nuklir dapat memicu ketakutan akan eskalasi di seluruh dunia, ada kemungkinan bahwa gencatan senjata masih dapat segera terjadi. Menurut Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres, ada cukup banyak solusi di meja negosiasi yang dapat disetujui oleh Rusia dan Ukraina. Jika demikian, gencatan senjata bisa disebut.
"Ada cukup banyak di atas meja untuk menghentikan permusuhan sekarang, dan serius bernegosiasi sekarang," katanya saat konferensi pers.
“Sistem rudal penerbangan Kinzhal dengan rudal aeroballistik hipersonik menghancurkan gudang besar rudal dan amunisi penerbangan pasukan Ukraina di desa Delyatyn, wilayah Ivano-Frankivsk,” kata Konashenkov, menurut kantor berita milik negara Rusia, RIA.
Baca juga: Kapal Induk AS Siaga di Mediterania, Tunggu Perintah Zona Larangan Terbang Ukraina
Sementara potensi penggunaan rudal hipersonik dan nuklir dapat memicu ketakutan akan eskalasi di seluruh dunia, ada kemungkinan bahwa gencatan senjata masih dapat segera terjadi. Menurut Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres, ada cukup banyak solusi di meja negosiasi yang dapat disetujui oleh Rusia dan Ukraina. Jika demikian, gencatan senjata bisa disebut.
"Ada cukup banyak di atas meja untuk menghentikan permusuhan sekarang, dan serius bernegosiasi sekarang," katanya saat konferensi pers.
Lihat Juga :