China Ancam Balas Sanksi AS Atas Penindasan Agama
Rabu, 23 Maret 2022 - 01:04 WIB
loading...
A
A
A
Langkah-langkah terbaru Amerika mengikuti sanksi pada bulan Desember dari dua pejabat China yang dikatakan bertanggung jawab atas kampanye interniran massal melawan Uighur. Pada bulan yang sama, Biden menandatangani undang-undang Undang-Undang Pencegahan Kerja Paksa Uighur untuk melarang barang-barang dari Xinjiang kecuali importir dapat membuktikan bahwa barang-barang itu tidak diproduksi oleh orang-orang Uyghur yang tertindas atau minoritas lainnya.
Baca juga: Joe Biden Teken Undang-undang Anti Kerja Paksa Muslim Uighur
China menanggapi dengan memberikan sanksi kepada empat anggota Komisi Kebebasan Beragama Internasional dan melarang mereka bepergian ke China. Bulan lalu, Barat memimpin boikot diplomatik Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 atas kebijakan hak asasi manusia China yang represif.
Sanksi paling terkenal mengenai masalah ini sampai saat ini datang tepat satu tahun yang lalu, ketika AS, Inggris, Kanada, dan Uni Eropa bersama-sama menjatuhkan sanksi kepada pejabat senior China di jantung penyalahgunaan seluruh sistem terhadap Muslim Uighur.
Awal bulan ini, kepala hak asasi manusia PBB Michelle Bachelet mengumumkan bahwa dia telah mendapatkan kunjungan ke Xinjiang pada bulan Mei. Namun, masih menunggu untuk dilihat apakah China akan menjamin akses berarti yang dibutuhkannya untuk melakukan penilaian independen.
Baca juga: Dituduh Parlemen Prancis Lakukan Genosida terhadap Muslim Uighur, China Murka
Baca juga: Joe Biden Teken Undang-undang Anti Kerja Paksa Muslim Uighur
China menanggapi dengan memberikan sanksi kepada empat anggota Komisi Kebebasan Beragama Internasional dan melarang mereka bepergian ke China. Bulan lalu, Barat memimpin boikot diplomatik Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 atas kebijakan hak asasi manusia China yang represif.
Sanksi paling terkenal mengenai masalah ini sampai saat ini datang tepat satu tahun yang lalu, ketika AS, Inggris, Kanada, dan Uni Eropa bersama-sama menjatuhkan sanksi kepada pejabat senior China di jantung penyalahgunaan seluruh sistem terhadap Muslim Uighur.
Awal bulan ini, kepala hak asasi manusia PBB Michelle Bachelet mengumumkan bahwa dia telah mendapatkan kunjungan ke Xinjiang pada bulan Mei. Namun, masih menunggu untuk dilihat apakah China akan menjamin akses berarti yang dibutuhkannya untuk melakukan penilaian independen.
Baca juga: Dituduh Parlemen Prancis Lakukan Genosida terhadap Muslim Uighur, China Murka
(ian)
Lihat Juga :