Kapal Induk AS Siaga di Mediterania, Tunggu Perintah Zona Larangan Terbang Ukraina

Selasa, 22 Maret 2022 - 20:37 WIB
loading...
A A A
Semakin banyak anggota parlemen AS menyerukan penerapan zona larangan terbang di atas Ukraina, terlepas dari bahaya memprovokasi konfrontasi militer langsung dengan Rusia.

AS dan sekutunya memiliki pengalaman menerapkan zona larangan terbang di sebagian besar negara-negara kecil, termasuk Irak, Bosnia, dan Libya.

Antara 1991 dan 2011, NATO menggunakan zona larangan terbang terhadap negara-negara ini tidak hanya untuk menghentikan pengoperasian pesawat di atas area yang ditentukan, tetapi juga untuk mereka sendiri terlibat dalam pemboman target darat.

Di Irak, pihak berwenang memperkirakan hingga 1.400 warga sipil tewas di zona larangan terbang yang diberlakukan AS dan Inggris antara tahun 1991 dan 2003.

Di Bosnia antara 1993 dan 1995, jet NATO membom infrastruktur sipil dan membunuh lebih dari 150 warga sipil, dan mencemari negara itu dengan cangkang uranium terdeplesi penyebab kanker.

Zona larangan terbang yang diberlakukan di Libya pada 2011 memainkan peran penting dalam menggulingkan pemerintah Gaddafi dan mengubah negara itu menjadi negara gagal dengan pasar budak terbuka.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Fasilitas Baru Arab...
Fasilitas Baru Arab Saudi, Umrah Berkali-kali dalam Setahun Cukup Ajukan Visa 1 Kali
Rekomendasi
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved