Pesan 400 Juta Dosis, Negara Eropa Berlomba Amankan Vaksin Covid-19
Rabu, 17 Juni 2020 - 07:03 WIB
loading...
A
A
A
Komisi Eropa juga berinvestasi sekitar USD2,3 miliar untuk membeli vaksin. “Inisiatif tersebut saling terkoneksi dan saling melengkapi,” kata juru bicara Komisi Eropa.
Prancis berharap akan segera melaksanakan kesepakatan pembelian vaksin kepada perusahaan farmasi. Itu menyusul perusahaan farmasi asal Prancis, Sanofi, lebih memiliki akan memproduksi vaksinnya di Amerika Serikat (AS) karena Negeri Paman Sam memberikan dana untuk penelitian. Namun, CEO Sanofi Paul Hudson mengungkapkan, vaksin korona akan tersedia untuk seluruh penduduk dunia.
Negara yang memastikan akan mendapatkan akses terhadap vaksin yang dikembangkan AstraZeneca adalah Inggris. Kenapa? Inggris telah berinvestasi lebih dari 100 juta poundsterling untuk mengembangkan vaksin yang diteliti Universitas Oxford, AstraZeneca, dan Imperial College London. “Kami akan mendapatkan akses vaksin jika sukses dan 30 juta dosis akan tersedia pada September mendatang,” demikian pernyataan resmi Pemerintah Inggris dilansir Sky News. (Baca juga: Peneliti UNAIR Klaim Temukan Lima Kombinasi Obat Corona)
Meski demikian, para ilmuwan memperingatkan potensi vaksin Covid-19. “Kandidat vaksin terdepan tidak berarti mereka adalah yang terbaik,” kata Charlie Weller, kepala vaksin Wellcome Trust. Vaksin potensial yang sedang menjalani uji klinis akan memiliki data untuk bisa dipahami dengan banyak pendekatan yang berbeda. “Vaksin tersebut tidak berarti terbaik, meskipun itu yang pertama,” ujarnya.
Amerika Serikat (AS) juga sudah menandatangani kesepakatan dengan AstraZeneca pada 21 Mei lalu untuk menyediakan 300 juta dosis vaksin Covid-19 senilai 940 juta poundsterling. Sebelumnya, pada pertengahan Maret lalu, Presiden Donald Trump juga dilaporkan menawari perusahaan farmasi Jerman CureVac senilai USD1 miliar untuk pembelian hak patin untuk vaksin yang potensial.
Para menteri Jerman dan investor CureVac mengecam rencana tersebut dan CEO CureVac juga membantah mereka mendapatkan tawaran tersebut. Pasalnya, 23% saham CureVac dimiliki Pemerintah Jerman. Bank pembangunan Jerman, KfW, berjanji akan membeli saham CureVac senilai 265 juta poundsterling untuk mendapatkan jaminan finansial agar bertahan di negara tersebut.
Prancis berharap akan segera melaksanakan kesepakatan pembelian vaksin kepada perusahaan farmasi. Itu menyusul perusahaan farmasi asal Prancis, Sanofi, lebih memiliki akan memproduksi vaksinnya di Amerika Serikat (AS) karena Negeri Paman Sam memberikan dana untuk penelitian. Namun, CEO Sanofi Paul Hudson mengungkapkan, vaksin korona akan tersedia untuk seluruh penduduk dunia.
Negara yang memastikan akan mendapatkan akses terhadap vaksin yang dikembangkan AstraZeneca adalah Inggris. Kenapa? Inggris telah berinvestasi lebih dari 100 juta poundsterling untuk mengembangkan vaksin yang diteliti Universitas Oxford, AstraZeneca, dan Imperial College London. “Kami akan mendapatkan akses vaksin jika sukses dan 30 juta dosis akan tersedia pada September mendatang,” demikian pernyataan resmi Pemerintah Inggris dilansir Sky News. (Baca juga: Peneliti UNAIR Klaim Temukan Lima Kombinasi Obat Corona)
Meski demikian, para ilmuwan memperingatkan potensi vaksin Covid-19. “Kandidat vaksin terdepan tidak berarti mereka adalah yang terbaik,” kata Charlie Weller, kepala vaksin Wellcome Trust. Vaksin potensial yang sedang menjalani uji klinis akan memiliki data untuk bisa dipahami dengan banyak pendekatan yang berbeda. “Vaksin tersebut tidak berarti terbaik, meskipun itu yang pertama,” ujarnya.
Amerika Serikat (AS) juga sudah menandatangani kesepakatan dengan AstraZeneca pada 21 Mei lalu untuk menyediakan 300 juta dosis vaksin Covid-19 senilai 940 juta poundsterling. Sebelumnya, pada pertengahan Maret lalu, Presiden Donald Trump juga dilaporkan menawari perusahaan farmasi Jerman CureVac senilai USD1 miliar untuk pembelian hak patin untuk vaksin yang potensial.
Para menteri Jerman dan investor CureVac mengecam rencana tersebut dan CEO CureVac juga membantah mereka mendapatkan tawaran tersebut. Pasalnya, 23% saham CureVac dimiliki Pemerintah Jerman. Bank pembangunan Jerman, KfW, berjanji akan membeli saham CureVac senilai 265 juta poundsterling untuk mendapatkan jaminan finansial agar bertahan di negara tersebut.
Lihat Juga :