Zelensky: Kesepakatan Apapun dengan Rusia akan Lewati Referendum Rakyat

Selasa, 22 Maret 2022 - 18:59 WIB
loading...
Zelensky: Kesepakatan...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengisyaratkan kemajuan dalam pembicaraan dengan Rusia.

Meski demikian, dia mengatakan setiap kompromi "bersejarah" yang mungkin disetujui oleh negosiatornya akan tunduk pada persetujuan seluruh negara dalam referendum.

Zelensky menjawab pertanyaan tentang tuntutan Rusia untuk jaminan keamanan bagi dua republik Donbass dan untuk pengakuan Krimea, semenanjung yang dikuasai kembali oleh Moskow pada 2014.

Baca juga: Biden Ramal Tatanan Dunia Baru Segera Dibentuk, AS Harus Memimpin

Donbass dan Krimea masih dianggap Kiev dan Barat sebagai wilayah Ukraina.

Baca juga: Gedung Putih Jelaskan Mengapa Biden Tidak akan Kunjungi Ukraina

"Saya menjelaskan kepada semua kelompok perunding: ketika Anda berbicara tentang semua perubahan ini, dan itu mungkin bersejarah, kami tidak akan pergi ke mana pun, kami akan datang ke referendum," ungkap Zelensky kepada penyiar publik Ukraina dalam sebuah wawancara.

Baca juga: Arab Saudi Ogah Tanggung Jawab atas Harga Minyak Dunia yang Tinggi

Dia menambahkan, “Orang-orang akan memiliki suara mereka dan memberikan jawaban mereka untuk beberapa jenis kompromi atau lainnya. Mengenai apa yang akan terjadi, itu adalah masalah percakapan kami antara Ukraina dan Rusia.”

Sebelumnya pada hari itu, Rusia menolak tawaran Zelensky untuk bertemu langsung dengan Presiden Vladimir Putin. Menurut Rusia, pembicaraan itu “tidak membuat kemajuan yang signifikan.”

“Bagi kami untuk berbicara tentang pertemuan antara kedua presiden, pekerjaan rumah harus dilakukan. Pembicaraan harus diadakan dan hasilnya disepakati,” papar juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Rusia juga menolak seruan untuk gencatan senjata, dengan mengatakan jeda seperti itu telah digunakan oleh Kiev untuk berkumpul kembali dan melancarkan serangan terhadap pasukannya.

Senin (21/3/2022) adalah kesempatan pertama di mana Zelensky mengemukakan gagasan referendum sejak Moskow mengirim pasukan ke Ukraina hampir sebulan lalu.

Kembali pada Desember, setelah panggilan telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, dia mengatakan dia tidak akan mengesampingkan referendum dari semua rakyat Ukraina mengenai republik Donbass yang disengketakan, Krimea, dan mungkin, secara umum, untuk menghentikan perang yang telah berlangsung di timur negara itu sejak 2014.

Moskow menyerang tetangganya pada akhir Februari, menyusul kebuntuan tujuh tahun atas kegagalan Ukraina menerapkan ketentuan perjanjian Minsk, dan Rusia mengakui kemerdekaan atas kedua republik.

Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis telah dirancang untuk mengatur status wilayah-wilayah tersebut di dalam negara Ukraina.

Rusia kini menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.

Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana merebut kembali kedua republik dengan paksa.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Trump Murka Harga BBM...
Trump Murka Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Perintahkan Penyelidikan
Rekomendasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Hari Kedua Audisi Liga...
Hari Kedua Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok, 32 Tim SD Berebut Tiket ke Jakarta
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Berita Terkini
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved