Gedung Putih Jelaskan Mengapa Biden Tidak akan Kunjungi Ukraina

Selasa, 22 Maret 2022 - 16:37 WIB
loading...
Gedung Putih Jelaskan...
Presiden AS Joe Biden bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington, AS, 1 September 2021. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Gedung Putih secara efektif mengesampingkan prospek kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden ke Ukraina.

Pemerintah AS memperjelas bahwa opsi tersebut bahkan belum dipertimbangkan. Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki berbicara kepada wartawan, pada Senin (21/3/2022), menjelang perjalanan Biden ke Eropa.

“Kami belum menjajaki opsi ini,” ungkap Psaki ketika ditanya dalam konferensi pers Senin apakah perjalanan ke negara yang dilanda perang itu ada dalam rencana.

Baca juga: Arab Saudi Ogah Tanggung Jawab atas Harga Minyak Dunia yang Tinggi

Dia telah melalui Twitter pada Minggu menjelaskan Biden tidak memiliki rencana melakukan perjalanan ke Ukraina.

Baca juga: AS Kirim Rudal Pertahanan Udara Era Soviet ke Ukraina, Lama Disimpan di Alabama

Juru bicara itu mengatakan, untuk presiden mana pun, bepergian ke zona perang tidak hanya membutuhkan pertimbangan keamanan, tetapi juga “sejumlah besar sumber daya di lapangan yang selalu menjadi faktor.”

Baca juga: Negara NATO Ini Menentang Sanksi terhadap Rusia karena Butuh Minyaknya

“Tetapi juga presiden merasa dan tim keamanan merasa bahwa dia dapat melakukan perjalanan yang paling efektif dan berdampak dengan mengadakan pertemuan ini dengan para pemimpin NATO, G7, UE di Brussel untuk menentukan koordinasi militer yang berkelanjutan, koordinasi kemanusiaan dan ekonomi, serta dengan mengunjungi Polandia di sebelahnya untuk membicarakan segala hal, mulai dari pengungsi, bantuan pengungsi, dan bantuan berkelanjutan yang dapat kita berikan bersama,” papar Psaki.

Biden dijadwalkan untuk ambil bagian dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) NATO dan pertemuan lainnya di Brussel pada 24 Maret.

Hari berikutnya, Biden akan pergi ke Warsawa untuk bertemu Presiden Polandia Andrzej Duda untuk membahas tanggapan terhadap “krisis kemanusiaan dan hak asasi manusia” yang diciptakan konflik di Ukraina.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson diduga berencana melakukan kunjungan "kilat" ke Kiev, meskipun dinas keamanannya menasihatinya agar tidak melakukan perjalanan itu, di tengah situasi keamanan yang memburuk di ibukota Ukraina.

Rencana ini menurut Daily Mail, yang mengutip "sumber Whitehall."

Moskow menyerang Ukraina pada akhir Februari, menyusul kebuntuan tujuh tahun atas kegagalan Kiev menerapkan ketentuan perjanjian Minsk, dan akhirnya pengakuan Rusia atas republik Donetsk dan Lugansk.

Protokol yang ditengahi Jerman dan Prancis dirancang untuk mengatur status wilayah di dalam Ukraina.

Rusia kini menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan NATO.

Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim pihaknya berencana merebut kembali kedua republik dengan paksa.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Ungguli Australia 2-0 di Babak Pertama
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Berita Terkini
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Infografis
Alasan Mengapa Meminum...
Alasan Mengapa Meminum Kopi saat Sahur Tidak Dianjurkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved