Pasukan Rusia Rebut Pinggiran Kota Kiev, Tentara Ukraina Lari Tinggalkan Senjata
Senin, 21 Maret 2022 - 14:57 WIB
loading...
Pasukan terjun payung beraksi saat latihan perang bersama Rusia, Belarusia dan Serbia. Foto/sputnik
A
A
A
MOSKOW - Pasukan Rusia mencapai kesuksesan di tengah pertempuran di pinggiran kota Kiev, Ukraina. Pernyataan itu diungkapkan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia pada Senin (21/3/2022).
Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, kaum radikal yang mundur meninggalkan kendaraan dan senjata militer.
Moskow akan mengirimkan senjata rampasan itu untuk pasukan milisi Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk.
Baca juga: Ukraina Tantang Biden Uji Nyali: Datang ke Kyiv Jika Anda Berani!
"Unit Pasukan Lintas Udara Rusia memaksa batalyon nasionalis dan militer Ukraina keluar dari pinggiran kota Kiev, yang, mundur, meninggalkan tank, AMPV, banyak senjata api, senjata anti-tank, dan amunisi," papar pernyataan resmi Kemhan Rusia, dilansir Sputnik.
Baca juga: Wakil Komandan Armada Laut Hitam Rusia Tewas dalam Perang di Mariupol
Daftar rampasan perang itu termasuk tank T-64 dan T-72, serta senjata anti-tank Panzerfaust 3 buatan Jerman, sistem rudal 9K38 Igla, dan senjata lainnya.
Baca juga: Apa Itu Rudal Hipersonik dan Mengapa Rusia Menggunakannya di Ukraina?
Selama beberapa hari terakhir, militer Rusia telah membuat kemajuan besar di tengah operasi khusus di Ukraina.
Adapun milisi Donbass telah merebut kembali beberapa permukiman, membebaskan mereka dari pasukan Kiev.
Rusia meluncurkan operasi khusus di Ukraina pada 24 Februari, setelah pasukan Kiev mengintensifkan serangan terhadap Republik Donbass, memaksa evakuasi massal.
Moskow menekankan bahwa operasi dimulai untuk menyelamatkan warga Donetsk dan Lugansk yang telah menderita dari perang selama delapan tahun.
Rusia menyatakan tujuan dari operasi militer tersebut adalah demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina.
Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, kaum radikal yang mundur meninggalkan kendaraan dan senjata militer.
Moskow akan mengirimkan senjata rampasan itu untuk pasukan milisi Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk.
Baca juga: Ukraina Tantang Biden Uji Nyali: Datang ke Kyiv Jika Anda Berani!
"Unit Pasukan Lintas Udara Rusia memaksa batalyon nasionalis dan militer Ukraina keluar dari pinggiran kota Kiev, yang, mundur, meninggalkan tank, AMPV, banyak senjata api, senjata anti-tank, dan amunisi," papar pernyataan resmi Kemhan Rusia, dilansir Sputnik.
Baca juga: Wakil Komandan Armada Laut Hitam Rusia Tewas dalam Perang di Mariupol
Daftar rampasan perang itu termasuk tank T-64 dan T-72, serta senjata anti-tank Panzerfaust 3 buatan Jerman, sistem rudal 9K38 Igla, dan senjata lainnya.
Baca juga: Apa Itu Rudal Hipersonik dan Mengapa Rusia Menggunakannya di Ukraina?
Selama beberapa hari terakhir, militer Rusia telah membuat kemajuan besar di tengah operasi khusus di Ukraina.
Adapun milisi Donbass telah merebut kembali beberapa permukiman, membebaskan mereka dari pasukan Kiev.
Rusia meluncurkan operasi khusus di Ukraina pada 24 Februari, setelah pasukan Kiev mengintensifkan serangan terhadap Republik Donbass, memaksa evakuasi massal.
Moskow menekankan bahwa operasi dimulai untuk menyelamatkan warga Donetsk dan Lugansk yang telah menderita dari perang selama delapan tahun.
Rusia menyatakan tujuan dari operasi militer tersebut adalah demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina.
(sya)
Lihat Juga :