Politisi Italia Ingin Undang Putin ke Parlemen setelah Zelensky

Minggu, 20 Maret 2022 - 00:01 WIB
loading...
Politisi Italia Ingin...
Anggota berkumpul di gedung parlemen di Roma, Italia. Foto/REUTERS
A A A
ROMA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky akan berpidato di depan para anggota parlemen Italia yang dijadwalkan pada 22 Maret mendatang.

Beberapa anggota koalisi berkuasa di Italia dari Partai Gerakan Bintang 5 dan Liga "ingin mendengar" Presiden Rusia Vladimir Putin di Parlemen Italia "juga" untuk "menyeimbangkan" presiden Ukraina.

Laporan tersebut diungkapkan La Repubblica dan dilansir Sputnik pada Sabtu (19/3/2022).

Baca juga: Mengerikan, AI Ciptakan 40.000 Senjata Kimia Hanya dalam 6 Jam

Pada 24 Februari, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan dimulainya operasi militer khusus Moskow untuk demiliterisasi dan de-Nazifikasi Ukraina.

Baca juga: Pembelot Rusia: Putin Tanpa Ragu Tekan Tombol Merah Nuklir Jika Kehilangan Kekuasaan

Putin menekankan bahwa Rusia tidak berusaha menduduki wilayah tetangga terdekatnya itu.

Baca juga: Sejarah Sanksi yang Kini Menghajar Rusia, Ternyata Muncul sejak Perang Dunia I

Surat kabar itu mengingatkan sebelumnya diumumkan bahwa Zelensky akan berbicara di hadapan majelis rendah Parlemen Italia, melalui tautan video Selasa depan (22/3/2022), di tengah operasi militer Rusia di Ukraina.

Anggota parlemen Italia Nicola Grimaldi mengatakan kepada La Repubblica bahwa dia ingin "mengundang" Putin untuk berbicara di Parlemen Italia melalui panggilan video setelah pidato Zelensky.

Ide tersebut juga disambut sesama angggota parlemen Grimaldi, Davide Serritella dan Gabriele Lorenzoni.

"Mengundang Putin ke parlemen (Italia) adalah proposal yang masuk akal," ujar Serritella.

Dia menambahkan, langkah itu akan memungkinkan anggota parlemen "menekan" presiden Rusia pada sejumlah masalah sensitif, termasuk yang terkait dengan krisis Ukraina.

Adapun Grimaldi, dia, bersama empat rekannya dari koalisi Gerakan Bintang 5 dan Liga, baru-baru ini menolak rancangan undang-undang (RUU) yang menetapkan Italia mengirim bantuan militer "tidak mematikan" ke Ukraina untuk menunjukkan dukungan bagi Kiev melawan Moskow.

Perkembangan terjadi ketika Rusia melanjutkan operasi militer khusus di Ukraina, yang diumumkan Presiden Putin pada 24 Februari.

Operasi tersebut diluncurkan setelah adanya permintaan bantuan dari Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk (DPR dan LPR) di tengah berlanjutnya penembakan terhadap posisi dan infrastruktur mereka oleh Angkatan Darat Ukraina.

Operasi Rusia itu hanya menargetkan infrastruktur militer Ukraina dengan senjata presisi tinggi, yang tidak menimbulkan ancaman bagi penduduk sipil, menurut Kementerian Pertahanan Rusia.

Moskow dan Kiev saat ini sedang dalam pembicaraan untuk menyelesaikan konflik. Ajudan Presiden Rusia Vladimir Medinsky pada Jumat menekankan para pihak telah membuat kemajuan dalam beberapa masalah selama negosiasi, termasuk status netral Ukraina dan tidak masuk ke NATO.

"Masalah status netral dan tidak masuknya Ukraina ke NATO adalah salah satu poin utama dari negosiasi, ini adalah poin di mana para pihak telah membawa posisi mereka sedekat mungkin," ungkap Medinsky.

Dia menambahkan, "Nuansanya terkait dengan jaminan keamanan apa yang dapat diterima Ukraina selain yang sudah ada, jika menolak bergabung dengan NATO."

Pernyataan itu muncul setelah Putin mengatakan awal pekan ini bahwa operasi khusus berjalan sesuai rencana dan taktik yang dipetakan Kementerian Pertahanan Rusia dan Staf Umum.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Cerita El Rumi & Syifa...
Cerita El Rumi & Syifa Hadju Bulan Madu di Italia, Romantis hingga Penuh Kejutan
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Kehadiran Meghan Markle...
Kehadiran Meghan Markle Jadi Penentu Rekonsiliasi Pangeran Harry dan Raja Charles
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Berita Terkini
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved