Kremlin pada Biden: AS Tak Berhak Ceramahi Rusia soal Kejahatan Perang
Jum'at, 18 Maret 2022 - 02:49 WIB
loading...
Kremlin pada Biden: AS Tak Berhak Ceramahi Rusia soal Kejahatan Perang. FOTO/Reuters
A
A
A
MOSKOW - Kremlin menyatakan bahwa klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin adalah "penjahat perang" karena menyerang Ukraina adalah pernyataan yang tak termaafkan. Terlebih, kalimat itu diucapkan oleh pemimpin negara yang telah membunuh warga sipil dalam konflik di seluruh dunia.
Dalam percakapan dengan seorang reporter pada hari Rabu, Biden berkata, "Oh, saya pikir dia adalah penjahat perang," setelah awalnya menjawab dengan "tidak" untuk pertanyaan tentang apakah dia siap untuk memanggil Putin seperti itu.
Baca: Biden Sebut Putin Penjahat Perang, Kremlin Tidak Terima
Pernyataan Biden itu langsung memantik reaksi keras Kremlin. "Presiden kami adalah tokoh internasional yang sangat bijaksana, berwawasan luas dan berbudaya, serta kepala Federasi Rusia, kepala negara kami," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov ketika ditanya tentang pernyataan Biden, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (18/3/2022).
"Pernyataan seperti itu oleh Tuan Biden benar-benar tidak dapat diterima, tidak dapat diterima, dan tidak dapat dimaafkan," kata Peskov. "Hal utama adalah bahwa kepala negara yang telah bertahun-tahun mengebom orang di seluruh dunia, presiden negara seperti itu tidak berhak membuat pernyataan seperti itu," lanjutnya.
Dalam percakapan dengan seorang reporter pada hari Rabu, Biden berkata, "Oh, saya pikir dia adalah penjahat perang," setelah awalnya menjawab dengan "tidak" untuk pertanyaan tentang apakah dia siap untuk memanggil Putin seperti itu.
Baca: Biden Sebut Putin Penjahat Perang, Kremlin Tidak Terima
Pernyataan Biden itu langsung memantik reaksi keras Kremlin. "Presiden kami adalah tokoh internasional yang sangat bijaksana, berwawasan luas dan berbudaya, serta kepala Federasi Rusia, kepala negara kami," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov ketika ditanya tentang pernyataan Biden, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (18/3/2022).
"Pernyataan seperti itu oleh Tuan Biden benar-benar tidak dapat diterima, tidak dapat diterima, dan tidak dapat dimaafkan," kata Peskov. "Hal utama adalah bahwa kepala negara yang telah bertahun-tahun mengebom orang di seluruh dunia, presiden negara seperti itu tidak berhak membuat pernyataan seperti itu," lanjutnya.
Lihat Juga :