Cerita Warga Mariupol yang Melarikan Diri: Kota Kami Seperti Neraka!

Jum'at, 18 Maret 2022 - 01:00 WIB
loading...
A A A
Baca: Rusia Izinkan Konvoi Pertama Warga Sipil Tinggalkan Mariupol yang Terkepung

“Sekitar 6.500 mobil tersisa selama dua hari terakhir, kata walikota Mariupol Vadim Boychenko di Telegram pada Rabu malam hingga Kamis. Banyak dari mereka melarikan diri secara kebetulan di tengah pemadaman komunikasi.

Di gedung sirkus era Soviet di Zaporizhzhia, relawan Palang Merah menunggu pengungsi. Tumpukan sepatu dan selimut anak ditumpuk di lantai.

Dima, yang kukunya ditumbuhi kotoran dan tangannya menghitam, mengatakan kepada AFP bahwa dia tidak mandi selama dua minggu. Dia menjarah toko-toko untuk makanan untuk memberi makan anak-anak dan kakek-neneknya.

"Kami tinggal di bawah tanah dan jika -4 derajat Celcius itu suhu yang baik," katanya sambil mengangkat kakinya untuk menunjukkan bahwa dia mengenakan tiga pasang celana panjang untuk menjaga kehangatan. "Kadang-kadang mayat berada di jalan selama tiga hari. Baunya ada di udara dan Anda tidak ingin anak-anak Anda menciumnya," urainya.

Baca: Pasukan Rusia Kepung Kiev dan Mariupol

Daria, warga sipil lain yang melarikan diri, mengatakan dia tinggal di ruang bawah tanah gedungnya bersama bayi perempuannya selama 10 hari. “Setiap hari semakin buruk. Kami dibiarkan tanpa cahaya, tanpa air, tanpa gas, tanpa sarana untuk hidup. Tidak mungkin membeli apa pun di mana pun," tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Media AS Ungkap Israel...
Media AS Ungkap Israel Berencana Bunuh Menlu dan Ketua Parlemen Iran
Rekomendasi
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
Tesla Cybercab, Mobil...
Tesla Cybercab, Mobil Listrik Tanpa Setir Mulai Mengaspal
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
Berita Terkini
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Infografis
4 Tentara Wanita Israel...
4 Tentara Wanita Israel yang Dibebaskan Tersenyum dan Lambaikan Tangan ke Warga Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved