AS Peringatkan India Berpikir 2 Kali sebelum Beli Minyak Murah Rusia

Rabu, 16 Maret 2022 - 12:06 WIB
loading...
AS Peringatkan India...
Kapal tanker minyak berbendera Rusia di Pangkalan Angkatan Laut Tripoli pada 16 September 2015. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Washington memperingatkan India tidak melanjutkan rencana membeli minyak mentah Rusia yang didiskon. Menurut Amerika Serikat (AS), tindakan India akan sama dengan mendukung "kepemimpinan" Moskow di tengah serangan militer Rusia di Ukraina.

Pernyataan AS muncul setelah seorang pejabat di New Delhi mengatakan India akan "senang" untuk mengambil tawaran minyak diskon dari Rusia itu.



Ditanya tentang laporan baru-baru ini bahwa India mungkin menerima proposal Rusia untuk minyak mentah yang lebih murah, Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan negara-negara harus mempertimbangkan peran mereka dalam sejarah ketika berhadapan dengan Moskow selama serangannya ke Ukraina.

Baca juga: Tantang Putin Bertarung, Pemimpin Chechnya Kadyrov Sarankan Musk Ganti Nama Elona

Meski demikian, langkah itu tidak akan bertentangan dengan sanksi ekonomi Barat.

Baca juga: Selamat Tinggal Petrodolar? Arab Saudi Terima Yuan China untuk Pembelian Minyak

“Pesan kami ke negara mana pun terus, jelas, mematuhi sanksi,” ujar dia.

Baca juga: Ukraina Kecam Langkah Tak Bersahabat Israel terhadap Warganya

Dia menambahkan, “Saya tidak berpikir ini akan melanggar (sanksi), tetapi pikirkan di mana Anda ingin berdiri ketika buku-buku sejarah ditulis pada saat ini. Dan dukungan untuk kepemimpinan Rusia adalah dukungan untuk invasi yang jelas memiliki dampak yang menghancurkan.”

Komentar Psaki muncul setelah dua pejabat India mengatakan kepada Reuters bahwa New Delhi saat ini sedang mempertimbangkan tawaran Rusia, dengan satu catatan negaranya kemungkinan akan menerimanya.

Laporan lain juga menunjukkan India dan Rusia saat ini sedang menyusun mekanisme perdagangan bilateral yang melibatkan rupee dan rubel.

Sementara India saat ini hanya mengimpor sekitar 3% minyaknya dari Rusia, meroketnya harga yang naik 40% sepanjang tahun ini dapat membuat proposal Moskow lebih menarik.

Sekretaris Pers Gedung Putih juga diminta berbicara tentang laporan bahwa Arab Saudi dapat segera menjual minyaknya yang berlimpah dengan mata uang China, yuan, dan para pejabat dalam "pembicaraan aktif" untuk pengaturan semacam itu.

Namun dia menolak berkomentar, mengatakan dia tidak akrab dengan diskusi itu.

Sampai saat ini, India telah menolak bergabung dengan Amerika Serikat dan daftar panjang sekutu Barat dalam mengutuk aksi militer Rusia di Ukraina.

India abstain dari pemungutan suara PBB untuk mengecam Rusia awal bulan ini.

Ukraina mengutuk serangan itu sebagai tidak beralasan. Moskow mengatakan "operasi khusus" bertujuan "demiliterisasi" dan "denazifikasi" negara itu setelah bertahun-tahun pertempuran antara pemerintah Kiev dan pasukan separatis di wilayah Donbass.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Pentagon Buka Arsip...
Pentagon Buka Arsip UFO, Ungkap Bola Bercahaya Misterius di Langit AS
Iran Sebut AS Akan Ganti...
Iran Sebut AS Akan Ganti Kerugian Perang: Ini Poin Penting
Rekomendasi
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Setelah Setahun Vakum,...
Setelah Setahun Vakum, D.O EXO Siap Comeback Solo Agustus 2026
Berita Terkini
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Infografis
Drone Rusia 7 Kali Lebih...
Drone Rusia 7 Kali Lebih Murah Dibanding Rudal Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved