Selamat Tinggal Petrodolar? Arab Saudi Terima Yuan China untuk Pembelian Minyak

Rabu, 16 Maret 2022 - 08:16 WIB
loading...
Selamat Tinggal Petrodolar?...
Ilustrasi mata uang yuan dan ladang minyak. Foto/moderndiplomacy.eu
A A A
RIYADH - Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov pada Selasa (15/3/2022) mengatakan pembicaraan di Wina untuk menghidupkan kembali Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA) “telah memasuki batas.”

Arab Saudi sangat menentang kesepakatan nuklir yang membatasi produksi uranium Iran dengan imbalan mencabut sanksi ekonomi Amerika Serikat (AS) tersebut.

“Sebagai bagian dari tren penolakan terhadap Washington yang berkelanjutan, Riyadh dilaporkan mempertimbangkan menetapkan harga beberapa penjualan minyaknya dalam yuan China, bukan dolar Amerika Serikat,” papar laporan Wall Street Journal pada Selasa.

Baca juga: Ukraina Kecam Langkah Tak Bersahabat Israel terhadap Warganya

Menurut surat kabar itu, pembicaraan telah berlangsung selama enam tahun, tetapi telah dipercepat dalam beberapa pekan terakhir karena meningkatnya frustrasi di Riyadh dengan Washington.

Baca juga: Inggris Akan Minta Arab Saudi Kutuk Invasi Rusia terhadap Ukraina

Kekecewaan Saudi itu termasuk atas permusuhan pemerintahan Biden terhadap perang koalisi yang dipimpin Saudi di Yaman dan niatnya menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015.

Baca juga: Kecewa NATO Lemah, Ukraina Ingin Bersekutu dengan Negara Bersenjata Nuklir

“Dinamika telah berubah secara dramatis. Hubungan AS dengan Saudi telah berubah, China adalah importir minyak mentah terbesar di dunia dan mereka menawarkan banyak insentif yang menguntungkan bagi kerajaan," papar seorang pejabat Saudi yang akrab dengan pembicaraan tersebut kepada WSJ.

Pejabat Saudi itu menambahkan, “China telah menawarkan semua yang bisa Anda bayangkan kepada kerajaan.”

Setelah berita tentang kesepakatan potensial pecah pada Selasa, nilai yuan luar negeri melonjak relative tinggi terhadap dolar AS selama perdagangan Asia, Bloomberg melaporkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Blokade Laut Memanas,...
Blokade Laut Memanas, Houthi Gempur 2 Kapal Tanker Arab Saudi di Laut Merah
Konflik AS-Iran Makin...
Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Gempa Magnitudo 5,5...
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sarmi Papua Sore Ini
Febrie Adriansyah Penuhi...
Febrie Adriansyah Penuhi Panggilan Panggilan Pemeriksaan Tim 9 Kejagung
Tim Pelajar Indonesia...
Tim Pelajar Indonesia Sabet 4 Medali di Olimpiade Kimia Internasional 2026
Berita Terkini
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved